Breaking News:

Virus Corona

Wapres Ingin Bank Syariah Berperan dalam Pemulihan Ekonomi Jelang New Normal

"Ini merupakan momen tepat bagi bank syariah dan juga lembaga keuangan syariah untuk berperan," katanya

Dokumentasi Setwapres
Wakil Presiden Maruf Amin. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Maruf Amin berharap bank syariah turut memainkan peran dalam pemulihan ekonomi di Indonesia.

Hal itu diungkapkan sebagai upaya menangani dampak virus corona atau Covid-19 di masa transisi dari Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) menuju tatanan normal baru ( new normal).

Baca: PKS Desak Pemerintah Hentikan Proyek IKN di Tengah Pandemi Corona

"Ini merupakan momen tepat bagi bank syariah dan juga lembaga keuangan syariah untuk berperan melakukan upaya pemulihan sehingga perlu disiapkan program-program yang lebih realitis," kata Maruf dalam keterangan Setwapres yang diterima, Rabu (10/6/2020).

Wapres menjelaskan, pemerintah sebelumnya fokus pada penanggulangan Covid-19 di sektor kesehatan.

"Namun dalam perkembangannya, bahaya keterpurukan ekonomi sudah sama besarnya dengan ancaman kesehatan selama pandemi Covid-19, sehingga langkah yang dilakukan adalah menghadapi dan menanggulangi dua-duanya,” jelasnya.

Karena itulah, sebagai upaya menanggulangi dampak ekonomi, pemerintah telah melakukan program stimulus dan relaksasi termasuk untuk bank syariah.

"Bahkan anggaran yang cukup untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pun telah dibuat agar ekonomi dan keuangan dapat kita pulihkan kembali," tuturnya.

Fungsi bank syariah, kata Maruf, tetap dijalankan sesuai kaidah yang berlaku.

Pertama, menjaga fungsi intermediasi yaitu antara pihak yang menyimpan dana dengan pihak yang membutuhkan dana.

“Karena banyak orang yang punya dana, tapi tidak mampu mengembangkan dananya dan banyak orang yang punya kemampuan tapi tidak punya dana. Maka di sinilah fungsi bank syariah untuk melakukan intermediasi itu,” terangnya.

Bank syariah, kata Maruf, harus menjaga kesesuaian prinsip syariah dalam operasional bank.

Selain itu, bank syariah harus dapat  menjaga citra atau reputasi sebagai bank syariah.

Baca: 5 Provinsi Penambahan Terbanyak Kasus Corona di Indonesia, Laporan Tertinggi Selang Sehari

“Dan yang terakhir mengenai manajemen syariah, jangan sampai citra bank syariah dianggap buruk karena pengelolaannya yang kurang baik, tegasnya.

"Pemerintah akan terus mendukung pengembangan bank syariah melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dengan tugas pokok mengembangkan industri halal, industri keuangan, dana sosial (ziswaf) dan bisnis usaha syariah," pungkasnya.

Penulis: Reza Deni
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved