Breaking News:

Virus Corona

Faisal Basri: New Normal Berpotensi Naikkan Kasus Covid-19 di Pertengahan Juli

Faisal menjelaskan, meningkatnya tambahan kasus sekarang hingga 1.000 orang per hari akibat pelanggaran transportasi dan mudik yang tarik ulur.

Ria Anatasia/tribunnews.com
Ekonom IINDEF Faisal Basri dalam diskusi di Kedai Kopi, Jakarta, Rabu (14/8/2019). (Ria Anatasia) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom Senior INDEF Faisal Basri mengatakan, dengan pemerintah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini akan berpotensi menimbulkan lonjakan kasus baru Covid-19 pada pertengahan Juli 2020.

Faisal menjelaskan, meningkatnya tambahan kasus sekarang hingga 1.000 orang per hari akibat pelanggaran transportasi dan mudik yang tarik ulur.

"Kasusnya sekarang terjadi fase baru, bukan gelombang kedua. Fase baru, dimana terjadi pergeseran kasus dari perkotaan ke pedesaan akibat mudik tadi," ujarnya saat webinar, Selasa (16/6/2020).

Sementara itu, fasilitas kesehatan di pedesaan terbatas dari sisi rumah sakit, tempat tidur, dokter, serta perawat, sehingga bisa lebih fatal ketimbang di perkotaan.

Baca: TIPS: Mobil Nongkrong Lama di Garasi karena PSBB? Cek Ban dan Tambah Tekanan Angin 10-20 Persen

"Di perkotaanpun gara-gara ingin cepat new normal itu kasus meningkat lagi, terutama di Jawa Timur. Kasus harian ini masih naik dan naiknya makin makin tajam, angka kematian juga naik," kata Faisal.

Baca: Gantikan Prijono Sugiarto, Djony Bunarto Tjondro Jadi Presdir Baru Astra International Tbk

Selanjutnya, Faisal menjelaskan, jumlah kasus baru Covid-19 saat ini masih lebih banyak dibanding jumlah orang yang sembuh.

"Sehingga kasus aktif yakni jumlah kasus dikurangi kematian, dikurangi yang sembuh, ini masih jauh lebih banyak dibanding jumlah orang yang sembuh," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved