Breaking News:

Penanganan Covid

Begini Wejangan Menteri Sandi Kepada Ribuan Pramuwisata Terdampak Pandemi

Wisatawan yang berkunjung ke suatu destinasi jumlahnya akan lebih sedikit, tapi dinilai lebih berkualitas

Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng
Aktivitas pelatihan pemandu wisata tematik oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, Jumat (27/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memberikan wejangan kepada 7.000 pramuwisata atau tour guide yang terkena dampak dari pandemi Covid-19.

Dia meminta para pramuwisata agar terus meningkatkan kapasitas diri terutama dalam hal memahami konsep pariwisata berkelanjutan yang akan menjadi tren pariwisata ke depan (pasca pandemi).

"Kita lihat dampak pandemi ini sangat berat. Hampir tujuh ribu lebih pramuwisata yang ada di Bali terkena dampaknya. Ada yang sudah makan tabungan, makan hasil jual aset, dan bahkan pulang ke kampung halaman untuk menjadi pedagang, petani, dan nelayan," kata Sandiaga saat berkantor di Bali, Jumat (26/2/2021).

"Namun begitu, saya optimistis pramuwisata di Bali akan pulih kembali,” tambah dia.

Menparekraf Sandiaga menjelaskan perubahan tren saat ini adalah sustainable tourism.

Baca juga: KLHK dan Kemenparekraf Berkolaborasi Kembangkan Wisata Alam Berbasis Konservasi

Wisatawan yang berkunjung ke suatu destinasi jumlahnya akan lebih sedikit, tapi dinilai lebih berkualitas dan story telling terhadap suatu destinasi akan lebih kuat.

Pramuwisata merupakan salah satu komponen penting dalam jasa pariwisata.

Baca juga: Menparekraf Dorong Pengembangan Infrastruktur Destinasi Super Proritas Lewat Skema KPBU

Sebagai garda terdepan dalam menyambut para wisatawan yang datang ke suatu destinasi wisata, pramuwisata hadir untuk menceritakan atau memberikan informasi mengenai destinasi dari hulu ke hilir.

“Kalau dulu satu pramuwisata melayani kurang lebih 40 orang. Sekarang mungkin rasionya satu banding empat. Saya selalu bilang tren pariwisata ke depan sudah bisa terbaca, akan lebih localize, customize, dan smaller in size," ujar Sandi.

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved