Penanganan Covid

Tes GeNose Dibuka di Empat Bandara Mulai 1 April, DPR Pertanyakan Akurasinya

Tes skrining Covid-19 menggunakan GeNose C19 akan diberlakukan di empat bandara mulai 1 April 2021.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Calon penumpang kereta api menjalani layanan deteksi Covid-19 dengan metode GeNose C19 (Gajah Mada Electric Nose Covid-19) di Stasiun Bandung, Jalan Kebon Kawung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai menerapkan tes GeNose C19 bagi calon penumpang di Stasiun Bandung dengan tarif Rp 20.000, sebagai salah satu syarat perjalanan kereta api jarak jauh untuk mengantisipasi terjadi kerumunan kepadatan pelayanan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menerapkan tes skrining Covid-19 menggunakan GeNose C19 di empat bandara mulai 1 April 2021.

"Keempat bandara tersebut adalah Bandara Kualanamu, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa (16/3/2021).

Penerapan layanan GeNose C19 di bandara akan dilakukan bertahap, setelah di tahap awal nanti diimplementasi di empat bandara untuk mendukung penanganan Covid-19 di sektor transportasi udara.

Tes GeNose C19 diklaim meringankan biaya masyarakat yang hendak bepergian di tengah pandemi Covid-19 dengan pesawat.

Tes GeNose C19 telah diterapkan di kereta api sejak 5 Februari 2021 di 44 stasiun di seluruh Indonesia.

Baca juga: Hasil Uji Coba GeNose di Pelabuhan Tanjung Priok Efektif

Di sektor transportasi laut, layanan GeNose C19 ini juga sudah diuji coba di Pelabuhan Tanjung Priok. Namun, penerapan di pelabuhan ini masih sistem random, belum mandatory seperti di stasiun.

Baca juga: Soal Penggunaan GeNose C-19, Pelni Masih Mengacu Pada SE Kemenhub No 18 dan 22

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus turut mendukung penggunaan GeNose. Menurutnya GeNose dinilai lebih murah dan cepat hasilnya dibandingkan dengan tes swab PCR. 

"Dengan adanya tracking mudah, murah, dan cepat, inilah indikator yang diperlukan dalam situasi sekarang. Kalau biaya tak mahal kita beli saja Pak di seluruh simpul yang mesti dipasang," ujar Lasarus, dalam rapat kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Selasa (16/3/2021).

Namun dia masih mempertanyakan akurasi GeNose dalam mendeteksi Covid-19. Menurut dia, jika GeNose bisa dipertanggungjawabkan untuk screening, maka tidak perlu menggunakan instrumen lain. 

"Sejauh mana alat tes ini akurasinya sebagai indikator terpapar? Kalau memang menurut pemerintah GeNose yang murah, cepat, dan ilmiah bisa ditanggung jawabkan," kata dia. 

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie. Syarief mengatakan GeNose dapat dijadikan pilihan utama jika terbukti akurat. 

"Saya melihat ada penemuan baru, GeNose. Kalau itu memang sudah bisa akurat dan itu memang bisa secara ilmiah terbukti keakuratannya saya pikir ini perlu dipakai," jelas Syarief.

Akurasi tinggi

Menanggapi pertanyaan tersebut, Budi mengklaim bahwa akurasi GeNose dalam mendeteksi Covid-19 justru memiliki persentase atau tingkat akurasi lebih tinggi dibandingkan alat screening Covid-19 lainnya.

"Dari hasil yang kita peroleh efektivitas atau akurasi GeNose dibanding yang lain itu presentasenya lebih tinggi," ujar Budi.

Tak hanya itu, Budi juga memaparkan bahwa GeNose telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan serta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sehingga sudah teruji. 

"Saya laporkan GeNose ini sudah dapat izin edar dari Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas," jelas Budi.  (Tribunnews/Hari Darmawan/Vincentius Jyestha) 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved