Breaking News:

Strategi Tokocrypto Gabungkan Blockchain CeFi dan DeFi

TKO mengkombinasikan tiap keunggulan dari dua dunia dalam blockchain, yaitu CeFi dan DeFi.

Trade by Trade
Ilutrasi trading aset kripto. 

Reynas Abdila/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pedagang aset kripto Tokocrypto resmi menghadirkan Toko Token (TKO), proyek kripto lokal yang menggabungkan model token hybrid unik - utilitas CeFi dan DeFi.

CEO Tokocrypto Pang Xue Kai mengatakan, Tokocrypto berada dalam posisi unik untuk menggabungkan manfaat CeFi dan Defi.

Menurutnya, hal ini solusi untuk market Indonesia dengan 345,3 juta pengguna platform Tokocrypto.

Baca juga: Sejak Awal Tahun, Hampir Semua Aset Kripto Melonjak 100 Persen

“Kami ingin membangun ‘Strategi Indonesia’ untuk masyarakat Indonesia, di mana solusi ini dapat menjangkau semua orang. Tidak hanya layanan keuangan, tko juga akan mencakup bidang lainnya, seperti manajemen rantai pasokan,privasi, perlindungan data, dan karya seni melalui bentuk NFT,” kata Kai, Rabu (31/3/2021).

“Dengan dibangun diatas Binance Smart Chain, ini akan membantu kita mewujudkan potensi yang tidak terbatas yang bisa kita capai melalui teknologi blockchain,” tambahnya

TKO mengkombinasikan tiap keunggulan dari dua dunia dalam blockchain, yaitu CeFi dan DeFi.

Dalam utilitas CeFi TKO dapat digunakan dalam program tabungan seperti TKO Deposit, TKO Rebate, TKO Savings dan TKO Cashback.

Baca juga: Kolaborasi Indonesia Blockchain Week x Binance Summit 2021 akan Mengulas Teknologi CeFi dan DeFi

Dalam platform DeFi, TKO juga dapat digunakan pada farming pools dan lending.

Selain itu TKO sendiri akan menjadi tulang punggung NFT Market, dapat digunakan sebagai pembayaran pada TKO NFT Arcade/Marketplace, pasar barang koleksi digital dan aset kreatif dari seniman-seniman baru.

Di Indonesia, aset kripto menjadi salah satu pilihan investasi yang sedang naik daun, terlebih lagi hingga saat ini terdapat ratusan aset kripto di seluruh dunia.

Dari 290 juta jiwa penduduk Indonesia, jumlah investor aset kripto di Indonesia masih berada di angka 2 juta atau sedikit lebih besar dibandingkan jumlah investor saham.

Jika berbicara tentang pasar, beberapa pelaku industri aset kripto dari negara lain pun mulai masuk ke Indonesia berkat keyakinan bahwa Indonesia memiliki pasar yang cukup potensial di masa mendatang.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved