Breaking News:

Kebijakan Subsidi Ongkos Kirim saat Harbolnas Diyakini akan Tingkatkan Volume Pengiriman Barang

Semua pelaku perusahaan jasa pengiriman sangat optimistis akan ada pertumbuhan pada bulan Ramadan.

J&T Express
Ilustrasi: 20 Juta Paket Sukses Dikirim J&T Express Saat Momen Harbolnas 12.12. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Chairman Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo), Muhammad Feriadi menyambut positif kebijakan pemerintah tentang subsidi ongkos kirim dalam Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) menjelang lebaran.

"Subsidi ongkir menurut kami akan meningkatkan transaksi yang akhirnya bisa meningkatkan jumlah volume kiriman bagi perusahaan jasa pengiriman," kata Feriadi, Sabtu (10/3/2021).

Namun, Feriadi mengaku belum memperoleh informasi detail teknis tentang kebijakan tersebut seperti apa mekanismenya nanti.

Menurutnya, semua pelaku perusahaan jasa pengiriman sangat optimistis akan ada pertumbuhan pada bulan Ramadan.

Kondisi pandemi telah mengubah perilaku konsumen dari sebelumnya belanja offline berubah menjadi belanja online, hal itu memicu peningkatan kiriman.

Baca juga: Kebijakan Pemerintah Dorong Ekonomi saat Ramadhan dan Lebaran 2021: Wajibkan THR hingga Harbolnas

Baca juga: Faktor-Faktor Pendongkrak Omzet dan Transaksi Merchant Akulaku Saat Harbolnas

"Sudah menjadi kebiasaan masyarakat kita, biasanya berkirim-kirim saat Ramadan, apalagi dengan kondisi saat ini. Gratis ongkir juga masih menjadi daya tarik untuk belanja online. Karena itu kami optimis pertumbuhan akan terjadi," tutur Feriadi.

Menghadapi masa padat pengiriman barang, kata Feriadi, biasanya perusahaan jasa pengiriman anggota Asperindo telah melakukan persiapan seperti penambahan armada, SDM dan untuk melakukan booking space untuk moda transportasi udara.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan memberikan subsidi ongkos kirim atau ongkir untuk momentum hari belanja online nasional atau harbolnas sebelum Lebaran.

Harbolnas bakal digelar serentak pada H-10 dan H-5 Hari Raya Idul Fitri.

"Hari belanja nasional melalui online ditujukan untuk produk nasional. Pemerintah akan memberikan subsidi ongkos kirim dan pemerintah sudah menyiapkan Rp 500 miliar," tuturnya.

Airlangga meyakini, Harbolnas akan mendorong pertumbuhan konsumsi masyarakat di masa Ramadan hingga Lebaran.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved