Breaking News:

Kasus Jiwasraya

AAJI Apresiasi Upaya Pengembalian Dana Para Pemegang Polis Jiwasraya

Sampai pada 27 April 2021 ini, pemegang polis yang ikut dalam prgram restrukturisasi Jiwasraya terus mengalami peningkatan.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Karangan bunga berisi dukungan terhadap Program Restrukturisasi Polis terpampang di depan Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Jakarta, Selasa (15/12/2020). Karangan bunga tersebut berisi ucapan dukungan kepada Manajemen baru Jiwasraya dalam penyelamatan polis melalui program restrukturisasi yang dinilai jadi solusi terbaik dalam rangka menyelesaikan sengkarut masalah Jiwasraya. Tribunnews/Irwan Rismawan 

“Suatu hal yang menggembirakan atas terbitnya izin operasional IFG Life.

Ini menjadi titik terang bagi anggota kami yang selama ini mengalami kesulitan yang berdampak kepada pemegang polis dan kepercayaan,” ungkapnya. 

Budi mengisahkan, bahwa sebenarnya masalah yang ada di Jiwasraya bukan terjadi dalam satu atau dua tahun ini.

Hal ini terjadi karena adanya pembiaran masalah likuiditas perusahaan yang cukup lama. 

“Produk yang dijual oleh Jiwasraya ini sesungguhnya juga dijual oleh perusahaan lain juga.

Baca juga: Resmi Kantongi Izin, IFG Life Hadirkan Asuransi Berorientasi Proteksi

Tercatat ada sekitar 22 perusahaan yang menjual produk serupa dari 60 perusahaan asuransi dan tidak semua bermasalah.

Tapi di Jiwasraya salah pengelolaannya dan desainnya terlalu agresif,” ungkapnya. 

Sebagai penutup, restrukturisasi Jiwasraya, kata Budi, akan meningkatkan kepercayaan masayarakat untuk kembali ikut dalam asuransi.

Itu sebagai bukti nyata bahwa pemegang saham hadir ketika perusahaan tengah menghadapi gagal bayar.

Belum lagi, Otoritras Jasa Keuangan (OJK) sudah mengeluarkan beragam aturan untuk memperketat penyelenggaran di sektor asuransi ini. 

Sementara itu dia menyarankan, untuk membeli produk asuransi jiwa harus memperhatikan beberapa hal.

Pertama, modal perusahaan.

Kedua, tingkat kesehatan keuangan perusahaan. Ketiga, reputasi perusahaan.

“Untuk perusahaan hal itu harus dipublish di website perusahaan setiap tiga bulan. Juga di koran atau media masa dan sifatnya wajib,” pungkasnya.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved