Breaking News:

Era Kendaraan Listrik, PLN Targetkan 113 SPKLU Beroperasi Tahun Ini

PLN terus melakukan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), sebagai upaya menghadapi era kendaraan listrik

Editor: Sanusi
Tribunnews/Irwan Rismawan
Pengendara menggunakan aplikasi PLN Charge.IN saat peluncuran aplikasi tersebut di Jakarta, Jumat (29/1/2021). PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) meluncurkan aplikasi Charge.IN bagi pengguna kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), aplikasi tersebut dapat digunakan untuk mengisi daya kendaraan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Dengan hadirnya aplikasi itu diharapkan dapat mendorong penggunaan kendaraan listrik lebih masif dalam beberapa waktu ke depan. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT PLN (Persero) terus melakukan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), sebagai upaya menghadapi era kendaraan listrik di Indonesia.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, perseroan sangat siap memenuhi kebutuhan mobil dan motor listrik, melalui SPKLU maupun home charging.

"Kami sangat siap, pasokan daya yang melimpah dengan cadangan yang cukup," ucap Bob saat dihubungi, Sabtu (16/10/2021).

Baca juga: 187 SPKLU sudah siap layani kendaraan listrik, ini lokasi persebarannya

Menurut Bob, dari 166 SPKLU yang terpasang di berbagai daerah, 46 unit dimiliki PLN.

"Saat ini, in going project pemasangan 67 unit (total akhir tahun 113 SPKLU)," ucap Bob.

Adapun 67 SPKLU yang sedang dalam tahap pembangunan, berada di Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan beberapa provinsi lainnya.

Baca juga: Daftar Lokasi SPKLU di Jakarta, Pengendara Mobil Listrik Kini Tak Perlu Pusing untuk Isi Ulang Daya

Sebelumnya, pemerintah menyusun peta jalan mewujudkan zero emission (nol emisi) pada 2060 untuk menghadapi berbagai tantangan, serta risiko perubahan iklim di masa mendatang.

Dalam peta jalan tersebut, pada 2050 ditargetkan bauran energi baru terbarukan (EBT) sudah mencapai 87 persen, dan hal ini dibarengi dengan tidak melakukan penjualan mobil konvensional.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved