Sabar Ya, Analis Bilang Bear Market di Pasar Kripto Akan Terjadi Hingga 250 Hari Lagi

Grayscale memperkirakan siklus pasar Bitcoin akan berlangsung selama empat tahun atau sekitar 1.275 hari.

Finbold
Greyscale menganalisis pasar cryptocurrency meniru pasar tradisional melalui pergerakan siklus dengan siklus pasar Bitcoin (BTC) diperkirakan akan berlangsung selama empat tahun atau sekitar 1.275 hari. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

 
TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Perusahaan investasi kripto Greyscale dalam laporan terbarunya memperkirakan bear market kripto dapat berlangsung lama hingga 250 hari atau sekitar 8 bulan ke depan.

Melansir dari Cointelegraph, Greyscale mencatat pasar cryptocurrency meniru pasar tradisional melalui pergerakan siklus.

Perusahaan investasi ini memperkirakan, siklus pasar Bitcoin (BTC) berlangsung selama empat tahun atau sekitar 1.275 hari.

Greyscale mendefinisikan siklus terjadi saat harga realisasi Bitcoin bergerak di bawah harga pasar saat ini.

Harga realisasi ditentukan oleh jumlah semua nilai pembelian suatu aset dibagi dengan kapitalisasi pasar aset tersebut.

Baca juga: Imbas Bear Market, Harga Perangkat Keras Penambang Bitcoin Diprediksi Terjun Bebas

Ini dapat digunakan untuk menghitung garis waktu siklus. Greyscale menambahkan, harga realisasi BTC berada di bawah harga pasar pada Rabu (13/7/2022) lalu, yang diidentifikasi oleh Greyscale sebagai awal dari bear market saat ini.

Grayscale menyimpulkan, siklus pasar saat ini, yang dimulai pada tahun 2020, dapat berlangsung sekitar 250 hari, jika siklus pasar sebelumnya berulang.

Namun, perusahaan mengisyaratkan saat ini merupakan peluang yang baik bagi investor untuk melakukan pembelian.

Baca juga: Bitcoin dan Ethereum Pimpin Amblesnya Pasar Kripto Setelah Delapan Bulan Diguncang Bear Market

Menelusuri kembali sejarah di pasar kripto, Greyscale menyoroti siklus pasar di tahun 2012 hingga 2015 dengan peristiwa seperti naik turunnya jaringan pasar gelap internet Silk Road dan bencana kebangkrutan pertukaran kripto Mt. Gox pada tahun 2014, yang menyebabkan bear market kripto pertama.

Kemudian perkembangan Ethereum, bursa utama dan penyedia dompet menyebabkan kenaikan pasar kripto secara bertahap.

Pada tahun 2016 hingga 2019 dikenang karena kripto mengalami ledakan penawaran, yang kemungkinan dipicu oleh fungsionalitas kontrak pintar yang diperkenalkan Ethereum.

Baca juga: Imbas Bear Market, Ini Daftar Perusahaan Pemberi Pinjaman Kripto yang Terlilit Masalah Keuangan

Sementara pada siklus 2020 dikenang sebagai kisah "Leverage" atau penggunaan modal pinjaman untuk melakukan perdagangan.

Greyscale mencatat, investor tertarik untuk memanfaatkan perdagangan dengan meningkatkan pengeluaran pemerintah selama pandemi Covid-19.

Tingkat pendanaan yang positif berlangsung selama enam bulan, dengan banyak investor memanfaatkan cryptocurrency sebagai jaminan.

Namun saat harga kripto turun, para investor terpaksa menjual aset mereka, yang memicu serangkaian likuidasi, dengan penurunan nilai BTC dari rekor tertingginya sebesar 64,8 ribu dolar AS pada November 2021, menjadi 29 ribu dolar AS pada Juni 2022.

Leverage telah melukai pasar kripto, dengan pemain keuangan terpusat utama (CeFi) dan keuangann terdesentralisasi (Defi) goyah setelah menarik investasi besar-besaran.

Runtuhnya stablecoin Terra juga tercatat sebagai salah satu penyebab runtuhnya pasar kripto saat ini.

Leverage yang berlebihan di berbagai platform CeFi, juga memperburuk aksi jual dan mendorong kebangkrutan perusahaan pemberi pinjaman modal besar di ruang kripto seperti Celcius Network dan Three Arrows Capital.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved