Harga Minyak Naik, Terseret Lonjakan Harga Gas Alam

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 2,20 dolar AS atau 2,3 persen, menetap di 99,60 dolar AS per barel.

dok. Sucofindo
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,6 persen menjadi 94,34 dolar AS per barel pada perdagangan Kamis, 11 Agustus 2022. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

 
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Harga minyak mentah ditutup naik lebih dari 2 dolar AS pada perdagangan Kamis (11/8/2022), setelah Badan Energi Internasional (IEA) menaikkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak tahun ini.

Keputusan IEA tersebut diambil setelah muncul tren melonjaknya harga gas alam sehingga membuat beberapa konsumen beralih dari menggunakan gas ke minyak.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent naik 2,20 dolar AS atau 2,3 persen, menetap di 99,60 dolar AS per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,6 persen menjadi 94,34 dolar AS per barel.

Dalam laporan minyak bulanannya, IEA mengungkapkan harga gas alam telah naik ke rekor baru sehingga mendorong konsumen di beberapa negara beralih menggunakan minyak.

"Harga gas alam dan listrik telah melonjak ke rekor baru, mendorong peralihan dari gas ke minyak di beberapa negara," kata IEA.

Organisasi internasional yang berbasis di Paris, Prancis ini telah meningkatkan prospek permintaan minyak tahun 2022 sebesar 380.000 barel per hari (bph).

Baca juga: Berkah Lonjakan Harga Minyak, Ekonomi Arab Saudi Melesat 11,8 Persen di Q2 2022

Berbanding terbalik dengan IEA, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas perkiraan permintaan minyak dunia tahun 2022. Pemangkasan ini dipicu oleh dampak invasi Rusia ke Ukraina, inflasi yang tinggi dan upaya untuk bertahan dari pandemi Covid-19.

OPEC memperkirakan permintaan minyak di tahun 2022 akan mencapai 3,1 juta barel per hari, turun 260.000 barel per hari dari perkiraan sebelumnya. Namun angka ini jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan IEA.

Baca juga: Jerman Mulai Berlakukan Pungutan Harga Gas ke Konsumen

Kenaikan harga minyak juga didorong oleh pelemahan dolar AS, menyusul rilisnya data inflasi AS bulan Juli yang melambat.

Sementara naiknya persediaan minyak AS pada pekan lalu dan dimulainya kembali aliran minyak mentah dari pipa yang memasok ke Eropa tengah telah membatasi kenaikan harga minyak.

Administrasi Informasi Energi AS mengatakan stok minyak mentah AS naik 5,5 juta barel dalam seminggu hingga 5 Agustus, lebih tinggi dari perkirakan kenaikan sebesar 73.000 barel.

Produk bensin yang dipasok naik menjadi 9,1 juta barel per hari, meskipun permintaan turun 6 persen selama empat minggu terakhir.  

Premi untuk WTI berjangka bulan September atas pemuatan barel dalam enam bulan dipatok 4,38 dolar AS per barel, terendah dalam empat bulan, menunjukkan berkurangnya ketatnya pasokan dengan cepat.

Aliran minyak di pipa Druzhba, yang membawa pasokan dari Rusia ke Eropa, dibuka kembali sehingga menurunkan kekhawatiran mengenai pasokan minyak global.

Pada hari Selasa (9/8/2022), operator pipa minyak Rusia Trasneft mengatakan Ukraina menangguhkan aliran ke beberapa negara Eropa tengah sejak awal bulan ini karena sanksi Barat telah mencegahnya menerima biaya transit dari Moskow. 

Sementara itu, harga minyak fisik di seluruh dunia mulai turun, yang menandakan meredanya kekhawatiran atas gangguan pasokan dan meningkatnya kekhawatiran mengenai kemungkinan resesi global.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved