Cadangan Devisa Global Turun Drastis Akibat Perubahan Kurs, Begini Dampaknya Bagi Indonesia
Indonesia masih memiliki cadangan devisa yang memadai meskipun per September 2022, cadangan devisa turun turun ke US$ 1308 miliar.
Seperti, pertama, maksimal dalam menarik devisa hasil ekspor (DHE) untuk dibawa kembali ke dalam negeri.
Ia mengapresiasi langkah pemerintah dan BI yang sudah tegas dalam memberikan sanksi bagi eksportir nakal yang tak membawa balik DHE.
Kedua, menjelang akhir tahun, pemerintah bisa melakukan front loading untuk penerbitan valas. Bahkan, termasuk perbankan bisa turun tangan dengan melakukan penerbitan global bond.
Ketiga, untuk jangka menengah panjang adalah menambah negara-negara untuk menjadi mitra penggunaan mata uang lokal dalam kegiatan perdagangan dan investasi atau local currency settlement (LCS).
Saat ini, Indonesia sudah memiliki kerja sama ini dengan negara Malaysia, Thailand, Jepang, dan China.
“Pelan-pelan, ini bisa mengurangi tekanan di dolar AS, karena akan ada diversifikasi valuta asing yang dipegang oleh Indonesia. Ini juga akan menjaga pergerakan nilai tukar rupiah,” terang David.
Menurut David, negara yang bisa diajak untuk kerja sama LCS antara lain Korea Selatan, negara Timur Tengah, Amerika Latin, maupun Arab Saudi.
Atau yang terpenting, negara dengan hubungan dagang maupun investasi yang erat dengan Indonesia.
Laporan Reporter: Bidara Pink | Sumber: Kontan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/nilai-tukar-dollar-terhadap-rupiah-kembali-menguat_20220929_210730.jpg)