Kinerja GOTO

DPR Buka Kemungkinan Panggil Bos Telkom dan Telkomsel Terkait Polemik Investasi di GOTO

Saham GOTO menyentuh level auto reject bawah (ARB) atau batasan maksimum dari penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan di bursa efek

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
istimewa
Logo GoTo. Anggota Komisi VI DPR RI, Amin Ak mengatakan, pihaknya bersama para Anggota Komisi VI membuka kemungkinan untuk memanggil Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk dan PT Telekomunikasi Selular alias Telkomsel. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Amin Ak mengatakan, pihaknya bersama para Anggota Komisi VI membuka kemungkinan untuk memanggil Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk dan PT Telekomunikasi Selular alias Telkomsel.

Pemanggilan ini terkait polemik investasi Telkomsel ke perusahaan rintisan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Sejumlah kalangan menilai langkah investasi itu janggal, sarat konflik kepentingan, hingga berpotensi merugikan negara.

Baca juga: Penjualan Saham IPO GOTO Usai Periode Lock Up Berakhir Disebut Terburuk Tahun Ini

Sebagai informasi, GOTO menjadi topik perbincangan hangat masyarakat. Hal ini dikarenakan harga saham GOTO terpantau mengalami tren penurunan.

Bahkan, saham GOTO menyentuh level auto reject bawah (ARB) atau batasan maksimum dari penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan di bursa efek.

Pada Kamis (1/12/2022), saham GOTO langsung ambles 6,62 persen menyentuh level ARB ke Rp141 per saham pada pembukaan perdagangan. Padahal, harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham GOTO di angka Rp338 per lembar saham.

"Terkait sampai saat ini (dugaan) kerugian akibat investasi, Panitia Kerja Investasi Komisi VI memandang soal rugi atau untung nanti perjalanan waktulah yang membuktikannya," ucap Amin kepada Tribunnews, Senin (5/12/2022).

"Bilamana diperlukan, tentu saja kami akan memanggil Direksi Telkom maupun Telkomsel untuk meminta penjelasan terkait perkembangan maupun dampak dari investasi ini terhadap bisnis Telkomsel," sambungnya.

Namun untuk saat ini, lanjut Amin, pihaknya masih berpegang teguh pada hasil rapat Panitia Kerja (Panja) Investasi yang telah digelar pada Juni dan Agustus 2022 lalu.

Bahwa Panja menyimpulkan investasi tersebut secara prinsip tidak melanggar aturan bisnis.

Baca juga: Saham GOTO Anjlok Hingga Level Terendah Sepanjang Masa, IHSG Turun 0,02 Persen ke 7.019

Menurut Amin, berdasarkan penjelasan Direksi Telkomsel kepada Panja Investasi Komisi VI, investasi Telkomsel di GOTO dilakukan untuk mendapatkan value jangka panjang.

Yaitu sinergi antara Telkomsel dengan GOTO ke dalam ekosistem digital. Di mana, Telkomsel menilai potensi bisnis perusahaan digital di masa depan sangat cerah.

Selain itu, terkait kerugian yang dialami Telkomsel merupakan Unrealized Loss atau kerugian yang beum terealisasi karena sampai saat ini Telkomsel belum melepas kepemilikan sahamnya di GOTO.

Selain itu, rugi atau tidaknya investasi tersebut juga perlu mencermati nilai manfaat yang didapat Telkomsel dari investasi ke GOTO.

Baca juga: GOTO Rontok Sentuh ARB, Ini Saham yang Banyak Dilepas dan Dikoleksi Asing di Awal Desember

Manfaat tersebut bisa berupa manfaat langsung misalnya dari penggunaan kartu Telkomsel oleh mitra Gojek.

"Artinya ada revenue dari pembelian atau penggunaan paket data Telkomsel oleh mitra serta manfaat jangka panjang berupa terbentuknya ekosistem digital nasional dari kerjasama tersebut, baik mitra Gojek, maupun mitra Tokopedia khususnya pelaku UMKM yang memanfaatkan Tokopedia," pungkas Amin.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved