Sabtu, 11 April 2026

Aspadin Memprediksi Permintaan AMDK Naik 5 Persen Jelang Ramadan

Permintaan AMDK pada Ramadhan kali ini juga diperkirakan bakal mendekati kondisi pada masa sebelum pandemi Covid-19.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
Istimewa
Ilustrasi galon air minum dalam kemasn [AMDK]. Permintaan AMDK pada Ramadhan kali ini juga diperkirakan bakal mendekati kondisi pada masa sebelum pandemi Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEW.COM, JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) memprediksi meningkatnya permintaan air minum dalam kemasan (AMDK) selama Ramadan.

Permintaan AMDK pada Ramadhan kali ini juga diperkirakan bakal mendekati kondisi pada masa sebelum pandemi Covid-19.

"Permintaan AMDK pada bulan Ramahan tahun ini bisa tumbuh di atas 5 persen atau mendekati kondisi normal yang biasanya meningkat dua digit," kata Ketua Aspadin, Rachmat Hidayat di Jakarta, Jumat (3/3/2023).

Diungkapkan sebelum pandemi, permintaan AMDK biasanya akan tumbuh hingga double digit saat bulan puasa jika dibandingkan dengan satu bulan sebelum memasuki ramadan.

Ia berharap pertumbuhan serupa juga akan terjadi pada bulan puasa kali ini. Aspadin yakin penjualan akan tumbuh lebih baik dibandingkan tahun lalu asalkan syarat kondisi regulasi dan kebijakan pemerintah tetap kondusif bagi industri.

"Berakhirnya PPKM serta tradisi silaturahmi selama ramadhan dan lebaran menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya permintaan AMDK," katanya.

Dia menjelaskan, pelaku usaha AMDK sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi lonjakan permintaan selama Ramadan.

Mereka sudah meningkatkan produksi dan menyiapkan stok yang lebih banyak dibandingkan bulan sebelumnya sambil menjalankan kegiatan promosi yang relevan dengan suasana Ramadan untuk mendorong permintaan.

Baca juga: Kemenhub: Target Zero ODOL 2023 Tetap Berjalan! KPBB Usulkan Bisa Dimulai dari Transportasi AMDK

Rachmat menambahkan, AMDK merupakan industri yang terus bertumbuh dan menyerap lebih dari 40.000 tenaga kerja langsung dan ratusan ribu dengan multiplier effectnya.

Dia melanjutkan, AMDK merupakan bagian dari industri pengolahan, khususnya makanan dan minuman (mamin) dan merupakan salah satu industri utama penunjang Produk Domestik Bruto (PDB) yang cukup besar.

Pada 2022 lalu, industri mamin menyumbang 6,23 persen pada PDB. Industri mamin juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 3,57 persen pada kuartal ketiga 2022. 

Baca juga: Pakar Ekonomi UI: Bisnis AMDK Kemasan Galon Unregulated Industry

Menurutnya, dilihat dari multiplier effect, industri AMDK menciptakan beragam industri seperti transportasi, distribusi, supplier bahan baku maupun permesinan dan sebagainya.
Sebagaimana kita ketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berencana  mengeluarkan kebijakan label "berpotensi mengandung BPA" pada galon guna. Menurutnya, kebijakan ini dinilai diskriminatif dan berpotensi merugikan industri.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved