Tahap Dua, 1.680 Ton Beras Bansos Disalurkan Bulog ke 168 Ribu Keluarga Penerima Manfaat
Pendistribusian bantuan beras tahap kedua ini dilakukan pada 2 Mei 2023, atau setelah pendistribusian bansos beras tahap pertama hampir rampung.
Penulis:
Nitis Hawaroh
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Perum Bulog, kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) beras tahap dua sebesar 1.680 ton, atau menyasar pada 168 ribu kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan data hari pertama penyaluran bansos beras tahap dua.
Dia mengaku, pendistribusian bantuan beras tahap kedua ini dilakukan pada 2 Mei 2023, atau setelah pendistribusian bansos beras tahap pertama hampir rampung.
Baca juga: Mulai Besok, Pemerintah Salurkan Bansos Ayam dan Telur
"Kita tidak ingin ada jeda antara pendistribusian tahap 1 dan 2, mengingat beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang dikonsumsi setiap hari," ujar Arief dalam keteranganya, Rabu (3/4/2023).
"Sehingga saat pendistribusian tahap 1 hampir rampung paralel langsung kita lanjut tahap 2. Tentunya banyak KPM yang sudah menunggu realisasi bantuan tahap ke-2 ini," lanjutnya.
Arief menuturkan, dari penyaluran bansos tersebut, realisasi distribusi tertinggi berada di provinsi Maluku yaitu sebanyak 878 ton atau 68 persen, dari total alokasi bantuan di Maluku 1.285 ton beras.
Kata dia, pendistribusian bansos tahap dua ini dilakukan serupa dengan tahap pertama. Arief memastikan kualitas beras bansos tetap terjaga tanpa ada spesifikasi yang dikurangi.
"Untuk pelayanan kita terus lakukan perbaikan agar lebih cepat dan mudah. Pendistribusian tetap dilakukan by name by address sesuai data KPM dari Kemensos. Kualitas produk, akurasi dan kecepatan menjadi prioritas," ungkapnya.
Untuk diketahui, penyaluran bantuan beras tahap pertama, sampai dengan 2 Mei 2023 telah disalurkan sebanyak 84 persen atau 179 ribu ton dari total penyaluran 213 ribu ton.
Tercatat lebih dari 50 persen provinsi atau sebanyak 20 provinsi telah melakukan penyaluran 90 sampai 100 persen.
Adapun provinsi yang telah menyalurkan 100 persen yaitu Aceh, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.
Sementara itu, lenyaluran bantuan beras ini dilakukan dalam 3 tahap selama 3 bulan kepada sasaran penerima sebanyak 21,3 juta KPM. Penyaluran tahap pertama telah dimulai sejak Maret 2023. Melalui program ini, masing-masing KPM akan menerima bantuan berupa beras 10 kilogram sebanyak 3 kali.
Kejagung Pilih Hentikan Sementara, Kasus Beras Oplosan Kini Ditangani Satgas Pangan Polri |
![]() |
---|
Alasan Bapanas Naikkan Harga Eceran Beras Medium: Sudah Tak Sesuai Struktur Biaya Produksi |
![]() |
---|
Pemerintah Naikkan Harga Eceran Tertinggi Beras Medium hingga Rp 2.000 Per Kg |
![]() |
---|
Lonjakan Harga Beras, Pengamat Desak Bapanas Ambil Langkah Cepat |
![]() |
---|
Stok Beras Premium di Ritel Modern Langka, Pengusaha Disebut Enggan Guyur karena Takut Ditangkap |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.