Keuangan dan Perbankan
Perbedaan Deposito dan Reksadana, Simak Tips Memilihnya
Bagi Anda yang masih bingung untuk memilih antara Deposito atau Reksadana, berikut ini perbedaan dan tips memilihnya.
Ketika mengambil deposito, uang Anda akan disimpan di bank penerbit, sehingga seluruh pengembaliannya bergantung pada kondisi kesehatan bank tersebut.
Saat bank mengalami masalah, bisa saja Anda akan kesulitan dalam pencairan deposito.
Berbeda saat membeli reksadana, maka Anda akan menempatkan dana di berbagai tempat.
Misalnya, jika Anda melakukan investasi saham, maka dana tersebut akan disebar.
3. Setoran Awal
Ketika Anda membuka rekening deposito, bank akan mengenakan setoran awal sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 10 juta.
Investasi reksadana jauh terjangkau dan bisa dilakukan dengan minimum pembelian yang bervariasi, mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 100.000
4. Imbal Hasil
Bank telah menentukan sejak awal bunga atau imbal hasil yang akan diperoleh saat Anda membuka rekening deposito.
Sehingga, imbal hasil yang didapatkan setiap bulan akan selalu tetap sesuai dengan perjanjian awal pembukaan rekening.
Hal itu jelas berbeda dengan reksadana yang imbal hasilnya ditentukan berdasarkan produk kelolaan manajer investasi.
5. Pajak
Ketika Anda menyimpan uang dalam bentuk tabungan atau deposito, bank akan mengenakan pajak sebesar 20 persen dari total imbal hasil.
Berbeda dengan reksadana yang tidak mengenakan pajak dan biaya biaya admin, sehingga imbal hasil Anda lebih optimal.
6. Likuiditas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/reksadana_20161108_215132.jpg)