Sabtu, 30 Agustus 2025

Kendaraan Listrik

Tak Tercapai, Malaysia Targetkan 1.000 Stasiun Isi Daya Berdiri di Satu Kota pada 2025

Kendaraan listrik biasanya memiliki jangkauan tempuh 200 km hingga 250 km, sedangkan kendaraan hibrida dapat menempuh jarak hingga 70 km.

HO
Ilustrasi. Kendaraan listrik biasanya memiliki jangkauan tempuh 200 km hingga 250 km, sedangkan kendaraan hibrida dapat menempuh jarak hingga 70 km. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM - Selangor yang merupakan wilayah dari Malaysia pada 2021 pernah menguraikan rencana untuk memiliki 1.000 stasiun isi daya untuk kendaraan listrik di tahun 2022.

Rencana tersebut sepertinya baru akan terealisasi usai pemerintah setempat memperbarui update. Pada 2023, hanya ada 681 stasiun isi daya yang berdiri di Selangor.

Hal ini mendorong pemerintah setempat untuk merevisi target jangka waktunya lagi, kali ini menjadi tahun 2025.

Baca juga: Kendaraan Listrik Kian Menjamur, Pengamat Otomotif ITB Harap PLN Perbanyak SPKLU

Target baru tersebut diungkapkan oleh Ketua Komite Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Selangor Jamaliah Jamaluddin saat sidang majelis, dikutip dari Paultan.

"Menurut catatan pemerintah negara bagian Selangor, stasiun pengisian kendaraan listrik yang telah dibangun dengan melibatkan pemerintah dan swasta sejauh ini berjumlah 681 unit. Pemerintah negara bagian Selangor mendorong penggunaan kendaraan listrik dengan target menyediakan 1.000 tempat pengisian daya pada tahun 2025," ucap Jamaliah.

Jamaliah mengatakan target tersebut ditinjau untuk memenuhi kebutuhan EV saat ini. "Awalnya, pemerintah negara bagian Selangor berencana memasang pengisi daya arus bolak-balik (AC), namun kini mempertimbangkan kembali strateginya sebagai respons terhadap peningkatan kapasitas baterai," terangnya.

Misalnya, pada rencana awal negara untuk mengembangkan infrastruktur, kendaraan listrik biasanya memiliki jangkauan tempuh 200 km hingga 250 km, sedangkan kendaraan hibrida dapat menempuh jarak hingga 70 km.

Kemajuan pesat dalam industri otomotif telah menyebabkan produsen mobil mengintegrasikan baterai yang lebih besar.

"Memahami bahwa lingkungan kendaraan listrik masih berkembang pesat, pemerintah negara bagian telah meninjau kembali targetnya dengan memasukkan pengisi daya arus searah (DC) yang dapat mengisi daya baterai kendaraan listrik dalam waktu yang jauh lebih singkat," jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan