Rabu, 3 Juni 2026

Muhammadiyah Tarik Dana, BSI: Tetap Komitmen Jadi Mitra Strategis

Begini kata BSI pasca Muhammadiyah menarik dana miliknya. BSI menegaskan pihaknya akan tetap menjalin komitmen dengan Muhammadiyah sebagai mitra.

Tayang:
Tribunnews/JEPRIMA
Pekerja melayani nasabah saat pelayanan periode libur panjang akhir tahun di Kantor Cabang BSI KC Mayestik, Jakarta, Kamis (28/12/2023). PT Bank Syariah Indonesia Indonesia Tbk (BSI) telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp12,2 triliun untuk melayani kebutuhan transaksi nasabah dimana langkah itu sebagai bagian dari komitmen BSI guna memberikan pelayanan yang optimal dan memastikan ketersediaan likuiditas selama periode 22 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024. Begini kata BSI pasca Muhammadiyah menarik dana miliknya. BSI menegaskan pihaknya akan tetap menjalin komitmen dengan Muhammadiyah sebagai mitra. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM - Bank Syariah Indonesia (BSI) buka suara terkait keputusan dari Muhammadiyah yang menarik dana.

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar mengungkapkan pihaknya akan tetap berkomitmen untuk selalu melayani dan mengembangkan ekonomi umat seperti dengan kolaborasi dengan mitra strategis.

Wisnu juga menuturkan BSI terus berkomitmen sebagai lembaga perbankan untuk segala lini masyarakat untuk meningkatkan inklusi dan penetrasi keuangan syariah.

"Kami berupaya menjadi bank yang modern serta inklusif dalam memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip syariah," kata Wisnu dikutip dari Kontan.co.id, Kamis (6/6/2024).

Dia menuturkan Muhammadiyah akan tetap menjadi mitra strategis meski melakukan penarikan dana.

Wisnu mengungkapkan pihaknya tetap siap untuk berkolaborasi semata-mata demi ekonomi umat.

"Terkait pengalihan dana oleh PP Muhammadiyah, BSI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dan siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam upaya mengembangkan berbagai sektor ekonomi umat."

"Terlebih bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang merupakan tulang punggung ekonomi bangsa," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas mengungkapkan pihaknya melakukan penarikan dana dari BSI.

Baca juga: Muhammadiyah Buka Suara soal Penarikan Dana dari BSI, Sebut demi Persaingan Sehat Perbankan Syariah

Anwar mengungkapkan hal ini dilakukan demi mendukung perbankan syariah secara keseluruhan di Indonesia.

Hal tersebut, katanya, demi menciptakan persaingan sehat antar perbankan syariah yang ada, khususnya yang terkait dengan Muhammadiyah.

"Muhammadiyah punya komitmen yang tinggi untuk mendukung perbankan syariah. Untuk itu Muhammadiyah terus melakukan rasionalisasi dan konsolidasi terhadap masalah keuangannya agar Muhammadiyah bisa berkontribusi bagi terciptanya persaingan yang sehat di antara perbankan syariah yang ada," kata Anwar dalam keterangan tertulis, Rabu (5/6/2024).

Anwar juga mengungkapkan bahwa penarikan dana Muhammadiyah dari BSI dalam rangka untuk menata masalah keuangan, khususnya terkait penempatan dana di perbankan syariah.

Dia mengakui bahwa dana Muhammadiyah hanya terpusat disimpan di BSI sehingga menimbulkan resiko konsentrasi (concentration risk).

Padahal, sambung Anwar, banyak perbankan syariah selain BSI yang masih sedikit tersokong dana dari umat.

"Sehingga bank-bank syariah lain tersebut tidak bisa berkompetisi dengan margin yang ditawarkan oleh BSI baik dalam hal yang berhubungan dengan penempatan dana maupun pembiayaan," tuturnya.

Anwar mengatakan, jika Muhammadiyah tidak segera menarik dana dari BSI, maka ditakutkan persaingan antar bank syariah menjadi tidak sehat.

"Bila hal ini terus berlangsung maka tentu persaingan di antara perbankan syariah yang ada tidak akan sehat dan itu tentu jelas tidak kita inginkan," ujarnya.

Sebagai informasi, dari surat yang diterima Tribunnews.com, dana Muhammadiyah yang berada di BSI akan dialihkan ke sejumlah bank syariah lainnya seperti, Bank Mega Syariah, Bank Syariah Bukopin, hingga bank syariah lain yang selama ini menjalin kerja sama.

Adapun keputusan ini hasil dari pertemuan antara PP Muhammadiyah dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tanggal 26 Mei 2024 di DI Yogyakarta.

"Dengan ini kami minta dilakukan rasionalisasi dana simpanan dan pembiayaan dari BSI dengan pengalihan ke Bank Syariah Bukopin, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat, bank-bank syariah daerah, serta bank lain yang selama ini bekerja sama baik dengan Muhammadiyah," bunyi surat tersebut, dikutip pada Kamis (6/6/2024).

Surat itu tertuju kepada beberapa pihak seperti Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum PP Muhammadiyah, hingga Pimpinan Badan Usaha Milik Muhammadiyah.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Kontan.co.id/Selvi Mayasari)

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved