Rabu, 7 Januari 2026

Bos OJK: Ekonomi Global Akan Memburuk, Kondisinya Tak Terelakkan Lagi

Mahendra Siregar melihat ekonomi global mulai memburuk dan industri jasa keuangan di Indonesia perlu mewaspadainya.

Tribunnews/Dennis Destryawan
EKONOMI MEMBURUK - Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar memberikan pernyataan pers di Jakarta, Senin (28/4/2025). Mahendra Siregar meminta industri jasa keuangan mewaspadai kondisi ekonomi global yang memburuk. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar melihat ekonomi global mulai memburuk dan industri jasa keuangan di Indonesia perlu mewaspadainya.

"Yang saya rasa walaupun kita semua berharap tidak akan pemburuk terlalu dalam, tapi nampaknya sampai saat ini paling tidak, tidak terelakkan bahwa kondisi pemburukan itu tidak terelakkan," ujar Mahendra di kawasan Jakarta Pusat, Senin (28/4/2025).

Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) sudah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 3,3 persen pada Januari 2025 menjadi 2,8 persen pada April 2025.

IMF melihat dampak buruk kebijakan perdagangan luar negeri AS yang proteksionis melalui penerapan tarif impor tinggi seperti diumumkan Presiden Donald Trump.

"Kalau kita lihat perkiraan terakhir dari IMF yang diterbitkan minggu lalu, World Economic Outlook, pertumbuhan ekonomi global itu sudah direvisi," ujarnya.

"Untuk tahun ini dan tahun depan revisi ke bawah, masing-masing 0,5 dan 0,3 persen hingga secara keseluruhan menjadi 0,8 persen dalam dua tahun ke depan ini, lebih rendah daripada sebelumnya," tutur Mahendra.


Menurutnya, hal tersebut merupakan agregasi dari pertumbuhan yang melambat dari seluruh negara-negara di dunia.

Karena itu kebutuhan untuk mendorong dan menjadikan motor-motor pertumbuhan perekonomian harus semakin terdiversifikasi.

"Tidak semata menggantungkan kepada motor-motor pertumbuhan yang secara tradisional itu merupakan motor pertumbuhan utama Indonesia nasional," tuturnya.

Baca juga: Tarif Trump atas Produk China Memicu Guncangan Pasokan pada Ekonomi AS, Mendorong Harga-harga Naik


Mahendra mengatakan, perkembangan dari motor-motor pertumbuhan yang berbasis kepada pertumbuhan ekonomi dalam negeri, domestik, menjadi lebih penting.

pertumbuhan ekonomi tersebut bertumpu pada daerah yakni di setiap provinsi, kabupaten, kota serta kawasan wilayah spasial yang terkait di bawahnya.

Baca juga: IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hingga 2029 Stagnan di Kisaran 5,1 Persen


"Ini yang menjadi taruhan bagi kita apakah pertumbuhan ekonomi nasional kita akan bisa tetap terjaga atau sepenuhnya tergantung dan terdampak dari perkembangan ekonomi global," kata Mahendra.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved