Indonesiasentris Foundation Nilai Thayeb Gobel Layak Dijuluki Bapak Budaya Korporasi dan Teknologi
Alfi Rahmadi menilai Thayeb Mohammad Gobel layak diberikan julukan Bapak Budaya Teknologi dan Korporasi Indonesia.
Penulis:
Wahyu Gilang Putranto
Editor:
Siti Nurjannah Wulandari
Dengan menempatkan SDM karyawan sebagai aset, mendukung penuh adanya Sarikat Pekerja Grup Gobel dekade 1980-an atau kali pertama penerapannya di tanah air secara modern, sistem gaji dan bonus berdasarkan keadilan distributif dan resoratif.
Selain itu, penerapan upacara bendara kali pertama bagi industri di Indonesia, dan sebagainya, menunjukan keberanian menerapkan hal-hal demikian berdampak besar bagi kesejahteraan berkelanjutan bagi pimpinan dan karyawan Grup Gobel.
“Dari karya tulis Nasihin dalam buku ini membuat kita tahu bahwa Thayeb Gobel sangat memperhatikan akses, kualitas dan relevansi SDM bagi pembangunan nasional melalui sistem rekrutmen serta peningkatan kapasitas dan apresiasi karyawan yang digarap oleh manajemen modern serta tidak mlulu berorientasi pada laba tetapi edukasi dan transfer teknologi. Intinya investasi SDM dunia industri,” papar Alfi.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Rachmat Gobel mengatakan membangun pabrik biasanya hanya mementingkan untung-rugi.
Berbeda dengan membangun industri, harus membangun ekosistem, memikirkan keberlanjutan industri, dan yang paling penting adalah berinvestasi di bidang SDM.
“Kunci transfer teknologi itu pada pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, sehingga membangun industri juga bukan sekadar menyediakan lapangan kerja, tapi harus ada transfer teknologinya,” papar Rachmat Gobel.
(Tribunnews.com)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.