Sabtu, 13 Juni 2026

Transaksi Debit GPN di Belanja Online Jadi Pendapatan Baru Industri Perbankan

Sebagian besar transaksi online saat ini masih didominasi oleh kartu kredit, dompet digital, atau kartu berlogo internasional.

Tayang:
henry lopulalan/henry lopulalan
KARTU DEBIT LOGO GPN - Data Bank Indonesia, pembayaran digital melalui aplikasi mobile dan internet banking tumbuh 30,51% secara tahunan pada triwulan II 2025. Tercatat lebih dari 11,6 miliar transaksi terjadi hanya dalam tiga bulan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Penggunaan kartu debit domestik berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) untuk belanja online diproyeksikan menjadi sumber pendapatan baru bagi industri perbankan di tengah tekanan margin layanan transaksi konvensional yang kian ketat.

GPN adalah sistem jaringan pembayaran yang dibentuk oleh Bank Indonesia untuk mengintegrasikan berbagai instrumen dan kanal pembayaran secara nasional.

Diluncurkan pada 4 Desember 2017, GPN bertujuan untuk menciptakan sistem pembayaran yang efisien, aman, dan terjangkau, serta mendukung kemandirian sistem keuangan Indonesia

Baca juga: Cegah Monopoli, Pengamat Sebut Danantara Perlu Punya Perusahaan Penghubung di Ekosistem GPN

Menurut data Bank Indonesia, pembayaran digital melalui aplikasi mobile dan internet banking tumbuh 30,51 persen secara tahunan pada triwulan II 2025. Tercatat lebih dari 11,6 miliar transaksi terjadi hanya dalam tiga bulan.

Meskipun jutaan kartu debit GPN telah diterbitkan, penggunaannya di kanal e-commerce masih tergolong rendah. Sebagian besar transaksi online saat ini masih didominasi oleh kartu kredit, dompet digital, atau kartu berlogo internasional.

Salah satu kendala utama adalah, kebutuhan akan sistem keamanan yang lebih kuat untuk mendukung transaksi digital berbasis debit. Dalam konteks ini, risiko fraud dan penyalahgunaan kartu menjadi perhatian serius, sehingga banyak bank mengambil pendekatan bertahap dalam membuka akses kartu debit ke ranah e-commerce.

Menyikapi kondisi tersebut, PT Jalin Pembayaran Nusantara (JALIN), sebagai penyedia infrastruktur sistem pembayaran nasional, meluncurkan Jalin Verifi3d. Solusi autentikasi berbasis teknologi EMV® 3-D Secure ini menyediakan sistem verifikasi berlapis seperti one-time password (OTP) dan autentikasi berbasis risiko (risk-based authentication).

Tujuannya adalah memastikan bahwa hanya pemilik kartu yang sah yang dapat menyelesaikan transaksi online, sekaligus menekan potensi penipuan. Direktur JALIN Eko Dedi Rukminto pun menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik di tengah lonjakan transaksi digital.

“Pertumbuhan digital tanpa keamanan ibarat membangun di atas fondasi rapuh. Kita butuh solusi yang memudahkan transaksi sekaligus menjaga kepercayaan publik,” ujarnya, dikutip Jumat (8/8/2025).

Eko menambahkan, selain meningkatkan keamanan, solusi ini membuka peluang fee-based income baru bagi perbankan dari transaksi debit online, khususnya di segmen debit-first users yang aktif berbelanja digital meski belum memiliki kartu kredit. Seluruh transaksi diproses di dalam negeri, mendukung efisiensi biaya dan prinsip kedaulatan data nasional.

Menurut Eko, sejumlah bank telah mengadopsi solusi ini, termasuk Bank Mega, BNI, Bank Panin, dan CIMB Niaga. Keikutsertaan mereka diharapkan dapat memperluas penerimaan kartu debit GPN di platform e-commerce dan memperkuat sistem pembayaran nasional yang lebih mandiri dan inklusif.

“Dengan satu kartu debit berlogo GPN, kini masyarakat dapat bertransaksi secara luas, baik di mesin EDC, ATM, maupun e-commerce dalam negeri dengan keamanan berstandar global. Kami percaya ini adalah bagian penting dari membangun sistem pembayaran nasional yang tangguh dan menyeluruh,” tuturnya.

 

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved