Mendagri Bersama Kepala Bapanas-Dirut Bulog Sidak Harga Bahan Pokok di Pasar Rau Serang Banten
Pemerintah saat ini sedang dalam program penyaluran beras SPHP untuk periode Juli-Desember sebanyak 1,3 juta ton.
TRIBUNNEWS.COM, SERANG - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pokok di Pasar Rau, Serang, Banten, Rabu (20/8/2025).
Pantauan Tribunnews di lokasi, ketiga pria itu mulai melakukan sidak sekitar pukul 8.35 WIB.
Selain mereka, tampak ada Gubernur Banten Andra Soni, Wali Kota Serang Budi Rustandi, dan Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Prita Laura.
Baca juga: Dorong Stabilisasi Harga Beras, Sekjen Kemendagri Ajak Pemda Dukung Program SPHP Bulog
Mereka langsung menyambangi pedagang beras dan menanyakan harga beras SPHP yang ada di situ.
Setelah itu, rombongan pun menyambangi beberapa pedagang di pasar seperti penjual bawang merah, daging ayam, telur ayam ras, dan minyak goreng.
Mayoritas pedagang yang dikunjungi adalah penjual beras karena mereka ingin mengecek seberapa efektif beras SPHP dalam meredam kenaikan harga beras di pasaran.
Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP adalah beras yang disalurkan Perum Bulog dari stok Cadangan Beras Pemerintahan (CBP) guna menjaga stabilitas harga di pasaran.
Setelah sekitar 45 menit, mereka akhirnya menyelesaikan peninjauan dan memberikan keterangan pers kepada para awak media yang telah menunggu.
Tito mengatakan bahwa harga bawang merah relatif stabil di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu. Dia bilang, dulu sempat menembus Rp 60-70 ribu.
Lalu, ada juga aneka cabai yang menurut Tito harganya berada di kisaran Rp 35 ribu setelah sempat menembus Rp 100 ribu. Sementara itu, harga daging ayam ras terpantau relatif stabil.
Untuk harga beras, Tito menyampaikan intervensi yang dilakukan Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog dengan beras SPHP telah berhasil.
Harga beras SPHP di situ, kata dia, dibanderol Rp 12 ribu per kilogram. Bila dijual dalam bentuk kemasan 5 kg, berarti satu kantung dihargai sebesar Rp 60 ribu.
"Tadi mereka (pedagang) menyampaikan, ini salah satu yang membuat angka itu menjadi stabil adanya intervensi beras SPHP yang berasal dari Bulog," kata Tito di lokasi.
"Jadi, saya berterima kasih banyak kepada Badan Pangan Nasional dan Bulog kerjanya hebat," lanjutnya.
Sebagai informasi, pemerintah saat ini sedang dalam program penyaluran beras SPHP untuk periode Juli-Desember sebanyak 1,3 juta ton.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pasar-Rau-Serang-Banten-Rabu-2082025.jpg)