Minggu, 31 Agustus 2025

Akademisi Sebut SWF Indonesia Kunci Mendorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Danantara dan INA juga berperan penting sebagai katalis investasi asing yang akan berdampak pada nilai tambah, lapangan pekerjaaan.

Penulis: Wahyu Aji
Instagram @prabowo
KANTOR DANANTARA - Gedung Wisma Danantara Indonesia yang menjadi kantor pusat Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta. Danantara dan INA berperan penting sebagai katalis investasi asing yang akan berdampak pada nilai tambah, lapangan pekerjaaan, dan posisi penting Indonesia dalam rantai pasok global. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Danantara dan Indonesia Investment Authority (INA) dinilai bisa menjadi katalisator investasi asing ke Indonesia di tengah kondisi perekonomian global yang dinamis.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin mengatakan kedua Sovereign Wealth Fund (SWF) bisa menjadi partner yang bisa diandalkan sehingga investor asing merasa nyaman berinvestasi di Indonesia. 

SWF adalah dana investasi milik pemerintah yang dikelola untuk tujuan jangka panjang, seperti stabilisasi ekonomi, pembangunan nasional, dan pengelolaan aset negara.

Dana ini biasanya berasal dari surplus pendapatan negara, seperti hasil ekspor sumber daya alam (minyak, gas, mineral), cadangan devisa, atau surplus anggaran.

Danantara dan INA juga berperan penting sebagai katalis investasi asing yang akan berdampak pada nilai tambah, lapangan pekerjaaan, dan posisi penting Indonesia dalam rantai pasok global.

Baca juga: Danantara Sebut Proyek Pengolahan Sampah Jadi Sumber Energi Bakal Kolaborasi dengan Swasta

“Ujung-ujungnya adalah pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkualitas dan sustainable,” katanya kepada wartawan, Jumat (29/8/2025).

Wijayanto melanjutkan kedua INA dan Danantara bisa mencontek Khazanah Nasional Bhd, Sovereign Wealth Fund (SWF) milik Malaysia dari sisi porsi investasi

Dia menyebut sekitar 70 persen investasi Khazanah Nasional Bhd berada di Malaysia dalam bentuk kerjasama dengan asing. 

Kalaupun berinvestasi di dalam negeri targetnya adalah untuk membuka akses pasar bagai Malaysia. 

Selain itu, Danantara dan INA juga memiliki aset-aset yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sehingga berkepentingan agar pasar modal Indonesia bisa lebih transparan, menarik dan bertumbuh. 

“Dalam konteks ini keduanya harus membantu membangkitkan pasar modal kita,” katanya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

asia sustainability impact consortium

Follow our mission at www.esgpositiveimpactconsortium.asia

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan