Senin, 1 September 2025

Demo di Jakarta

IHSG Berakhir Anjlok 1,53 Persen, Analis: Imbas Aksi Demonstrasi

Kondisi politik dan keamanan domestik berpengaruh besar terhadap pelemahan IHSG.

Tribunnews/Jeprima
PERGERAKAN IHSG - Pengunjung bermain handphone di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat. IHSG pada perdagangan Jumat (29/8/2025) ditutup anjlok 121,59 poin atau 1,53% ke 7.830,49. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (29/8/2025) ditutup anjlok 121,59 poin atau 1,53 persen ke 7.830,49.

Sebanyak 122 saham naik, 610 saham turun dan 70 saham stagnan.

Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 50,86 miliar saham dengan total nilai Rp 22,29 triliun.

Baca juga: Pemerintah Ungkap Kondisi Ekonomi RI di Tengah Aksi Unjuk Rasa: Wajar Jika IHSG dan Rupiah Melemah

Top gainers LQ45 hari ini adalah:

1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) (2,01%)

2. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (1,29%)

3. PT Indosat Tbk (ISAT) (0,00%)

Top losers LQ45 hari ini adalah:

1. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) (-6,47%)

2. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) (-4,65%)

3. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) (-4,33%)

Imbas Demo

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyebut pelemahan IHSG imbas aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini.

"IHSG pada hari ini dibuka melemah karena berkaitan erat dengan adanya aksi demonstrasi belakangan ini terutama pada hari ini," katanya kepada Tribunnews, Jumat (29/8/2025).

"Kondisi politik dan keamanan domestik berpengaruh besar terhadap pelemahan IHSG," sambung Nafan.

Dia menjelaskan, kinerja IHSG pada September selama 5 tahun terakhir rata-rata tergolong bearish. Namun, Oktober hingga Desember bisa tergolong bullish.

"Bila IHSG konsisten di perdagangan di bawah 7.750, maka potensi bearish consolidation phase terbuka lebar," ucap Nafan.

Selain IHSG yang melemah dan bergerak di zona merah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, terjadi pelemahan rupiah di tengah aksi unjuk rasa yang terjadi berturut-turut sejak Senin (25/8/2025).

Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, pelemahan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai wajar merespons kondisi yang terjadi saat ini.

Meski begitu, pemerintah meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan kepada pemerintah.

"Kalau melihat perkembangan hari ini, memang terjadi pelemahan IHSG maupun rupiah kita. Saya kira ini respons yang wajar karena faktor stabilitas menjadi penting untuk para investor," ujar Susiwijono di Kemenko Perekonomian, Jumat.

Susiwijono mengatakan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II sesuai target meskipun waktunya hanya tersisa satu bulan lagi yakni di September 2025.

Dia juga memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap terjaga ditopang oleh stimulus yang diberikan pemerintah.

"Sesuai target kita, pertumbuhan ekonomi di kuartal III kita targetkan lebih tinggi dan waktunya tinggal sebulan lagi, sehingga kita akan memastikan berbagai program stimulus ekonomi berjalan dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal III," terang dia.

Adapun aksi unjuk rasa pada Jumat ini yang menjadi sasaran adalah Mako Brimob Polda Metro Jaya dan Polda Metro Jaya.

Aksi tersebut digelar sebagai respons atas sikap represif aparat terhadap masyarakat. 

 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan