Purbaya Diminta Stabilkan Pasar di 100 Hari Pertama Jadi Menkeu
Kemampuan Purbaya Yudhi Sadewa menstabilkan pasar yang bergejolak akan terlihat di 100 hari pertama dia menjabat sebagai menteri keuangan.
TRIBUNNEWS.COM — Anggota Komisi XI DPR Amin Ak menegaskan, kemampuan Purbaya Yudhi Sadewa menstabilkan pasar yang bergejolak akan terlihat di 100 hari pertama dia bekerja sebagai menteri keuangan.
Menurut Amin, salah satu tantangan awal Purbaya adalah merespons reaksi pasar dan komunitas ekonomi. Dia mencontohkan, nilai tukar rupiah dan IHSG sempat tertekan yang menandakan kepercayaan investor harus segera dipulihkan.
“Stabilitas pasar akan sangat ditentukan oleh 100 hari pertama Purbaya. Tugas utamanya adalah membangun kredibilitas, menjaga disiplin fiskal, sekaligus menghadirkan kebijakan yang adil dan menenangkan publik,” ujar Amin di Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Amin menilai Purbaya punya kapasitas menjalankan tugas barunya sebagai Menkeu. Namun, ia menekankan pentingnya adaptasi cepat serta konsolidasi dengan birokrasi di Kemenkeu.
“Saya percaya Pak Purbaya punya kapabilitas sebagai Menteri Keuangan. Saya berharap Beliau segera beradaptasi dan berkonsolidasi dengan birokrasi di Kemenkeu agar bisa bekerja lebih cepat," ujarnya.
"Dengan beban pekerjaan yang begitu berat, akan lebih baik berbagi beban tiga orang Wamenkeu sekaligus menciptakan kader mumpuni dalam mengelola keuangan negara,” ujarnya.
Amin juga menyoroti kondisi ekonomi dalam negeri yang ikut terdampak tensi geopolitik global.
Ia mengingatkan agar Menkeu tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi seperti yang ditargetkan Presiden, tetapi juga tetap menjaga disiplin fiskal dan kredibilitas kebijakan.
“Jangan sampai kita terjebak pada kondisi ‘gali tutup lubang’ dengan utang. Dan tentu saja butuh terobosan kebijakan struktural yang menenangkan pasar,” tutur Amin
Amin juga menekankan perlunya reformasi penerimaan pajak. Ia juga menantikan langkah tegas dalam reformasi penerimaan pajak, agar beban pajak di masyarakat lebih adil.
“Penting juga ada perluasan basis pajak, serta wajib memberikan perlindungan masyarakat kelas bawah,” ucapnya.
Amin mendorong Kemenkeu mengambil langkah-langkah konkret dalam menjaga perekonomian nasional.
Baca juga: Purbaya Singgung Gaya Komunikasi Ala Koboi di Rapat Perdana dengan DPR
Beberapa hal yang perlu menjadi prioritas, di antaranya, fokus pada stimulus likuiditas ke sektor padat kerja dan rantai pasok yang paling terdampak geopolitik.
“Gandeng sektor swasta lewat projek siap-pakai dan insentif terukur,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Raker-perdana-Purbaya-OK.jpg)