Senin, 13 April 2026

Hadapi Tantangan Global, Industri Baja Nasional Tingkatkan Efisiensi Logistik

Industri baja nasional menggenjot efisiensi logistik dalam menghadapi tantangan global, seperti tari impor hingga persaingan harga.

handout
BAJA HRC  -  Krakatau Posco meresmikan Hot Rolled Coil Warehouse di Cilegon, Banten, belum lama ini. Langka ini untuk meningkatkan efisiensi logistik serta mendukung praktik keberlanjutan di industri baja nasional. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri baja nasional menggenjot efisiensi logistik dalam menghadapi tantangan global, seperti tari impor hingga persaingan harga.

Menyikapi hal itu, Krakatau Posco membangun Hot Rolled Coil Warehouse atau gudang tempat penyimpanan produk baja berbentuk gulungan (coil) yang telah melalui proses pengerolan panas (hot rolling).

Warehouse yang baru saja diresmikan dibangun dengan investasi sebesar USD 16 juta, menempati lahan seluas lebih dari 16.000 meter persegi dan mampu menampung hingga 70.000 ton produk Hot Rolled Coil (HRC).

Presiden Direktur Krakatau Posco, Jung Bum-Su menyampaikan, fasilitas baru ini akan menjadi titik balik penting bagi efisiensi logistik perusahaan dan peningkatan kualitas produk baja.

"Dengan adanya warehouse baru ini, perseroan siap menghadapi berbagai tantangan industri baja global melalui efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan," ujar Jung Bum-Su dikutip Kamis (25/9/2025).

Perwakilan dari Production & Order Management Department Krakatau Posco, Lee Sung Wook, menjelaskan, pembangunan warehouse turut mendukung aspek ESG (Environmental, Social, Governance) dengan kontribusi nyata pada pengurangan emisi dan keberlanjutan operasional.

"Ini memberikan nilai tambah, serta berkontribusi pada kemajuan industri baja nasional," tuturnya.

Baja Impor Marak

Industri baja merupakan mother industri karena mencakup hampir semua industri yang ada karena merupakan ibu dari semua industri maka tentu industrinya harus sehat, agar anak-anak industrinya pun ikut sehat.

Ini perlu diperhatikan betul oleh pemerintah, lantaran industri baja merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum (WKU) Kadin Perindustrian Saleh Husin dalam forum diskusi yang dilakukan oleh Asosiasi Besi dan Baja Indonesia bersama Iron Steel Summit & Exhibition Indonesia 2025, beberapa waktu lalu di hall B Jakarta Convention Centre Jakarta.

"Saat ini industri baja nasional seperti tergopoh-gopoh terutama menghadapi serbuan banjirnya baja impor di dalam negeri."

"Apalagi ditambah dengan permintaan baja dalam negeri yang menurun akibat kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini sedang dijalankan pemerintah," ujar Saleh Husin.

Baca juga: Industri Baja RI Siap Hadapi Kebijakan Karbon yang Diberlakukan Uni Eropa pada 2026

Ia mengingatkan bahwa penertiban pasar oleh pemerintah sangat diperlukan. Ini penting agar tidak beredar baja yang tidak standar atau yang biasa kita kenal dengan besi banci, yang banyak beredar di black market.

Di samping itu pemerintah diminta juga dapat mengatur agar baja yang sudah dapat diproduksi di dalam negeri untuk tidak diimpor lagi dari luar negeri, agar daya saing baja nasional meningkat.

Baca juga: Dukung Pemerintah Kurangi Impor, Ini Usulan Forum Industri Baja Domestik

"Inilah keluhan dan suara dari pelaku industri baja dalam negeri,  baik melalui asosiasi maupun Kadin tentang hal ini yang mereka sampaikan, dan memang beberapa dari mereka juga tergabung dalam Kadin Perindustrian."

 

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved