Perkuat Ketahanan Energi Nasional, MKI Gelar Electricity Connect 2025
Proyeksi permintaan listrik nasional diperkirakan tumbuh rata-rata 6,9% per tahun hingga 2060, dengan sektor industri dan rumah tangga.
Hal tersebut disampaikan Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Wanhar dalam acara Launching Electricity Connect 2025 dengan tema “Strengthening Energy Resilience, Powering Sovereignty” yang diselenggarakan oleh Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) di Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Wanhar menjelaskan bahwa ketenagalistrikan memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai penggerak pembangunan ekonomi, tetapi juga sebagai fondasi kemandirian bangsa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, dinamika geopolitik, dan perkembangan teknologi global.
“Transisi dari energi fosil menuju energi terbarukan bukan hanya dorongan dari pemerintah, tetapi telah menjadi kebutuhan nyata bagi konsumen listrik, terutama sektor industri,” ujar Wanhar.
Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pemerataan akses listrik bagi seluruh rakyat. Meskipun tingkat elektrifikasi nasional telah mencapai lebih dari 98 persen, masih terdapat sekitar 1,28 juta rumah tangga terutama di wilayah terpencil dan perbatasan yang belum menikmati aliran listrik.
Ia menambahkan, proyeksi permintaan listrik nasional diperkirakan tumbuh rata-rata 6,9% per tahun hingga 2060, dengan sektor industri dan rumah tangga sebagai penyumbang utama pertumbuhan. Ke depan, pasokan listrik diproyeksikan akan didominasi oleh Energi Baru Terbarukan (EBT), terutama dari sumber angin, surya, dan hidrogen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KETAHANAN-PANGAN-Launching-Electricity-Connect-202-565.jpg)