Jumat, 15 Mei 2026

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, MKI Gelar Electricity Connect 2025

Proyeksi permintaan listrik nasional diperkirakan tumbuh rata-rata 6,9% per tahun hingga 2060, dengan sektor industri dan rumah tangga.

Tayang:
Penulis: Erik S
Istimewa
KETAHANAN PANGAN - Launching Electricity Connect 2025 dengan tema “Strengthening Energy Resilience, Powering Sovereignty” yang diselenggarakan oleh Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) di Jakarta, Selasa (7/10/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Electricity Connect 2025 digelar pada 19-21 November 2025 di JICC
 
  • Menghimpun seluruh pemangku kepentingan ketenagalistrikan 
 
  • Ajang konsolidasi kekuatan nasional untuk membangun sistem kelistrikan yang tangguh
 
 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Guna memperkuat ketahanan energi nasional, Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) akan menyelenggarakan Electricity Connect 2025. Acara puncak industri ketenagalistrikan nasional ini akan berlangsung pada 19-21 November 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Mengusung tema 'Strengthening Energy Resilience, Powering Sovereignty', Electricity Connect 2025 dirancang sebagai platform strategis untuk menghimpun seluruh pemangku kepentingan ketenagalistrikan dari pemerintah, industri, investor, dan akademisi guna mendorong terciptanya solusi inovatif bagi masa depan sektor ketenagalistrikan Indonesia.

Ketua MKI, Evy Haryadi, mengungkapkan bahwa Electricity Connect 2025 merupakan forum strategis nasional yang dirancang sebagai titik temu antara kebijakan, teknologi, investasi, industri, dan pengembangan sumber daya manusia dalam memperkuat kemandirian sektor ketenagalistrikan Indonesia.

Baca juga: Petrindo Garap Pembangkit Listrik 680 MW di Halmahera Utara Malut, Nilai Investasi Rp 10 Triliun

“Acara ini menjadi ajang konsolidasi kekuatan nasional untuk membangun sistem kelistrikan yang tangguh berdaulat dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika global,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (15/10/2025).

Senada dengan itu, Ketua Panitia Pelaksana Electricity Connect 2025 Arsyadany G. Akmalaputri, menyampaikan bahwa tema yang diusung Electricity Connect 2025 tahun ini selaras dengan Asta Cita pemerintah untuk mewujudkan ketahanan energi demi kedaulatan bangsa.

“Kami menghadirkan setiap pemangku kepentingan sektor energi. Mulai dari pemerintah, swasta, akademisi, di mana seluruh komunitas ini akan bersama-sama untuk saling sharing berbagi inovasi. Sehingga, akan ada banyak solusi-solusi teknologi yang dihadirkan, dan ini semua adalah untuk merumuskan langkah konkret menuju ekosistem ketenagalistrikan yang andal, berkelanjutan, dan juga berpihak pada kemandirian nasional,” jelas Arsyadany.

Ia menambahkan, Electricity Connect 2025 akan menggelar beberapa agenda utama seperti Panel dan Konferensi Tingkat Tinggi yang akan memberikan wawasan strategis dari para pembuat kebijakan dan pakar global. Selain itu, ada juga One-on-One Business Meeting, Supplier Gathering, MoU Signings hingga Professional Workshop.

"Electricity Connect 2025 nanti akan menjadi tempat yang tepat untuk menyamakan arah, untuk berbagi solusi dan juga menjalin kesepakatan yang berdampak bagi ketahanan dan kedaulatan energi Indonesia," tutup Arsyadany.

Sekilas Tentang MKI

Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) didirikan pada tahun 1998 sebagai forum untuk komunikasi, koordinasi, dan konsultasi semua pemangku kepentingan di sektor tenaga listrik Indonesia.

MKI adalah organisasi nirlaba dan secara aktif terlibat dalam merumuskan opini dan ide tentang bagaimana mengembangkan dan memperluas sektor ketenagalistrikan di Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional, untuk menciptakan sistem yang seutuhnya mandiri.  

Anggota MKI berasal dari seluruh mata rantai industri tenaga listrik, hingga tingkat konsumen dengan motto "Lebih Terang, Lebih Kuat, Terjangkau dan Tersebar”.

Kebutuhan Nyata Konsumen

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menegaskan bahwa transisi energi dari fosil ke Energi Baru Terbarukan (EBT) bukan sekadar kebijakan pemerintah, melainkan kebutuhan nyata konsumen listrik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved