Tumbuh Ekonomi dengan Literasi, Unit Pegadaian Keliling Hadir Melayani
Unit Pegadaian Keliling hadir di tengah masyarakat, tujuannya tidak hanya memudahkan pelayanan, tetapi juga untuk menyebarluaskan literasi keuangan.
TRIBUNNEWS.COM – Lalu lalang orang melewati pintu masuk Pasar Sukodono, Sragen, Jumat (26/9/2025). Sekitar pukul 07.00 WIB, pintu masuk itu tidak sepi dilewati orang yang hendak berbelanja. Tidak jarang juga mobil pick-up dan truk parkir di area pasar untuk menurunkan dagangannya, mulai dari buah, sayur, hingga makanan dan minuman siap saji.
Ramai aktivitas di pasar jadi peluang banyak orang yang melakukan transaksi jual-beli, dan tidak sedikit yang menggantungkan kehidupan di tengah denyut nadi perekonomian. Begitu juga dengan Pegadaian. Pasar menjadi komunitas utama karena di sana terdapat berbagai macam orang dengan variasi usia dan karakternya untuk memenuhi kebutuhan. Mulai dari para pembeli, pedagang kecil, hingga pedagang besar.
“Pasar itu dihuni dengan berbagai macam orang, itu sesuai dengan produk kita,” ucap Pengelola Unit dan Pemasaran Pegadaian Sragen, Satriyo Hanggoro ketika ditemui Tribunnews di Pasar Sukodono, Jumat (26/9/2025).
Pegadaian menawarkan banyak produk dan layanan jasa yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Tentunya dengan tujuan untuk meringankan beban mereka, mempermudah, hingga mengembangkan usaha demi terciptanya pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.
Misalnya, ketika salah seorang pedagang membutuhkan uang untuk modal tambahan usahanya, mereka bisa menggadaikan barang atau melakukan pinjaman sesuai yang mereka butuhkan. Pegadaian punya produk Gadai Emas, Gadai Kendaraan, hingga Gadai Sertifikat.
Noni (bukan nama sebenarnya), seorang warga Sragen mengaku terbantu dengan produk yang ditawarkan oleh Pegadaian. Wanita berusia 50 tahun itu sudah menggunakan produk Pegadaian selama 15 tahun terakhir. Ia pernah kredit motor, emas, daftar haji, dan pinjaman untuk modal usaha.
“Saya sudah menggunakan Pegadaian 15 tahun. Sampai saat ini pun masih menggunakan produk dari Pegadaian untuk transaksi. Saya pernah kredit motor, daftar haji, dan kredit emas,” ucap Noni kepada Tribunnews, Senin (29/9).
“Pegadaian sangat membantu saya karena prosesnya cepat dan mudah. Misalnya hari ini saya butuh uang, saya bisa menghubungi petugas dengan memberikan KTP dan jaminan untuk pencairannya. Karena sudah sama-sama percaya, nanti petugas langsung mengirimkannya ke rekening saya,” sambungnya.
Kemudahan itu adalah bentuk apresiasi dari Pegadaian. Bagi masyarakat yang loyal seperti Noni dengan track record yang baik saat melakukan angsuran serta kepercayaan ketika bertransaksi, Pegadaian bisa memberikan prioritas utama kepada mereka.
“Kita pasti akan menghargai orang-orang itu, dalam artian memberikan penghargaan dengan memberikan prioritas kepada mereka. Apalagi jika gadai dalam skala besar. Kita akan carikan Solusi agar nasabah bisa percaya dan kembali melakukan transaksi di Pegadaian,” beber Satriyo.
Menurut Satriyo, solusi-solusi yang ditawarkan adalah wujud dari kepedulian Pegadaian. Pegadaian tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat dengan berbagai produk yang mereka tawarkan, tetapi juga memberikan literasi agar masyarakat bisa terbantu dalam mengelola keuangan.
Unit Pegadaian Keliling
Salah satu cara yang dilakukan Pegadaian untuk mewujudkan kepedulian dan memberikan literasi keuangan itu adalah dengan adanya Unit Pegadaian Keliling (UPK).
Unit Pegadaian Keliling merupakan kendaraan khusus atau mobil layanan yang dioperasikan oleh petugas Pegadaian untuk memberikan layanan langsung kepada masyarakat yang jauh dari outlet Pegadaian. Biasanya, Pegadaian menyasar tempat ramai seperti pasar-pasar dan perkampungan.
Di UPK, masyarakat bisa melakukan semua pelayanan, mulai dari gadai, hingga pengajuan kredit motor. Masyarakat juga bisa berkonsultasi soal investasi dan tabungan emas, bahkan tabungan haji.
“Mobil keliling ini disesuaikan kepada outlet-outlet yang dalam tanda kutip blank spot. Terus kemudian titik selanjutnya adalah keramaian. Contoh di pasar ataupun event-event tertentu yang memerlukan kemungkinan untuk transaksi dan edukasi sekaligus literasi keuangan,” kata Pimpinan Cabang Pegadaian Sragen, Tri Bambang Sulistyo kepada Tribunnews.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pegadaian-di-Tengah-Denyut-Nadi-Pasar-Sukodono_20250927_142850.jpg)