Senin, 13 April 2026

RI Perkuat Ekspansi Ekspor Melalui Trade Expo Indonesia 2025

Pameran dagang terbesar di Asia Tenggara menjadi momentum penting bagi pelaku usaha nasional untuk menjajaki pasar global secara lebih luas.

Penulis: Wahyu Aji
Istimewa
PAMERAN PERDAGANGAN - Suasana pameran perdagangan terbesar di Asia Tenggara, Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan pada Kamis (16/10/2025). Pameran yang digelar oleh Kementerian Perdagangan ini berlangsung selama lima hari, dari 15 hingga 19 Oktober 2025. 

 

Ringkasan Berita:
  • Ekspansi Pasar Ekspor Lewat TEI 2025 
  • Inovasi dan Industri Hijau Jadi Daya Tarik Global 
  • Kolaborasi Industri Besar dan IKM untuk Daya Saing Ekspor

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan memperkuat strategi ekspansi pasar ekspor menjadi inisiator penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang resmi dibuka pada Rabu (15/10/2025) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan. 

Pameran dagang terbesar di Asia Tenggara ini menjadi momentum penting bagi pelaku usaha nasional untuk menjajaki pasar global secara lebih luas.

TEI ke-40 yang digelar selama lima hari hingga 19 Oktober 2025 mencatat partisipasi 1.619 peserta dan dihadiri lebih dari 8.045 pembeli dari 130 negara.

Baca juga: Pelaku Usaha Minta Pemerintah Tegas Hadapi Predatory Pricing Demi Dorong Ekspor Nasional

Kementerian Perdagangan menargetkan nilai transaksi sebesar US$16,5 miliar atau sekitar Rp273,54 triliun, mencerminkan optimisme pemerintah dalam mendorong kinerja ekspor nasional.

Wakil Presiden Operasional PT Tatalogam Lestari, Stephanus Koeswandi, menegaskan bahwa TEI menjadi platform strategis bagi pelaku industri untuk menampilkan produk unggulan yang berorientasi ekspor.

Menurutnya, pentingnya inovasi dan kreativitas, khususnya dalam pengembangan produk berkelanjutan yang sesuai dengan standar internasional.

“Inovasi yang mengarah pada keberlanjutan lingkungan menjadi kunci utama agar produk manufaktur Indonesia dapat diterima di pasar global,” ujar Stephanus ditulis Jumat (17/10/2025).

Ia mencontohkan baja lapis ramah lingkungan seperti Nexium, Nexcolour, dan Nexgen yang telah menembus 15 negara dan diproduksi sesuai prinsip industri hijau.

Lebih lanjut, TEI juga diharapkan menjadi katalisator bagi penguatan sinergi antara industri besar dan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM).

Kolaborasi ini diyakini mampu meningkatkan daya saing produk nasional di pasar internasional. Salah satu contoh sukses adalah kemitraan Tatalogam Lestari dengan IKM pengrajin batu rijang dari Bali, yang menghasilkan produk atap metal Multi Sirap berstandar ekspor.

Dengan pendekatan Business to Business (B2B), TEI 2025 tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga wadah strategis untuk membangun jejaring bisnis global.

Pemerintah berharap, melalui TEI, Indonesia dapat memperluas penetrasi ekspor dan memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam perdagangan internasional.

 

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved