Saham BBCA Makin Perkasa, Masih Layak Dikejar atau Tidak? Berikut Target Harga dari 3 Sekuritas
Jika melihat tren aksi serok investor asing di tengah penguatan selama empat hari berturut-turut tercatat mencapai Rp 2,17 triliun.
Ringkasan Berita:
- Pada penutupan perdagangan saham tanggal 14-15 Oktober 2025, saham BBCA berakhir di level Rp7.250 per saham.
- Kemarin saham BBCA berakhir makin perkasa dengan penguatan 600 poin atau 7,62 persen ke posisi Rp8.475 per saham.
- Manajemen BCA menyampaikan akan melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan anggaran Rp5 triliun.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) selama empat hari perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan, hingga meninggalkan level Rp7.250 per saham secara singkat.
Tercatat, pada penutupan perdagangan saham tanggal 14-15 Oktober 2025, saham BBCA berakhir di level Rp7.250 per saham.
Kemudian, hari berikutnya saham BBCA mulai menguat hingga perdagangan kemarin.
Mengutip data Mandiri Sekuritas, pada 16 Oktober 2025 saham BBCA ditutup naik 0,69 persen ke level Rp7.300.
Baca juga: Prabowo Singgung IHSG Tembus Level 8.000: Tertinggi Sepanjang Sejarah, Ini di Luar Dugaan
Pada 17 Oktober 2025, kembali berakhir menguat hingga 200 poin atau 2,74 persen ke posisi Rp7.500.
Selanjutnya, pada akhir perdagangan 20 Oktober 2025 kembali ditutup naik 375 poin atau 5 persen ke level Rp7.875.
Kemudian, pada perdagangan kemarin, 22 Oktober 2025, saham BBCA berakhir makin perkasa dengan penguatan 600 poin atau 7,62 persen ke posisi Rp8.475 per saham.
Adapun, jika melihat tren aksi serok investor asing di tengah penguatan selama empat hari berturut-turut tercatat mencapai Rp 2,17 triliun.
Makin perkasanya saham BBCA, setelah manajemen BCA menyampaikan akan melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan anggaran Rp5 triliun.
Periode buyback berlangsung pada 22 Oktober 2025 sampai 19 Januari 2026. Harga maksimum dari pembelian saham kembali yaitu Rp9.200 per lembar saham.
Selain kabar aksi korporasi tersebut, kinerja BCA juga mengalami pertumbuhan positif. Hal ini dinilai menjadi katalis mendorong harga saham BBCA menguat.
Laba bersih konsolidasi BCA di periode sembilan bulan tahun ini, tembus Rp 43,4 triliun atau tumbuh 5,7 persen year on year (YoY).
Kenaikan laba bersih BCA ditopang oleh pendapatan usaha yang naik 6,9% YoY mencapai Rp 85,2 triliun.
Pendapatan bunga BCA juga naik 5,2% YoY mencapai Rp 63,9 triliun. Sementara pendapatan non-bunga melonjak 12,4% YoY menjadi Rp 21,4 triliun hingga kuartal III-2025.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IHSG-Terus-Merosot-Pada-Penutupan_20250408_180509.jpg)