Saham BBCA Makin Perkasa, Masih Layak Dikejar atau Tidak? Berikut Target Harga dari 3 Sekuritas
Jika melihat tren aksi serok investor asing di tengah penguatan selama empat hari berturut-turut tercatat mencapai Rp 2,17 triliun.
Salah satu yang disoroti analis terkait kinerja BBCA terbaru adalah posisi dana murah atau CASA yang tinggi sehingga membantu mendongkrak profitabilitas BBCA.
Hal ini disampaikan analis Samuel Sekuritas Prasetya Gunadi dalam laporan risetnya.
“Dana murah (CASA) terus menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan +9,1% YoY, mendorong rasio CASA mencapai 83,8%,” tulisnya dikutip dari Kontan, Rabu (22/10/2025).
Sementara itu, Prasetya tetap menyoroti biaya kredit (CoC) pada kuartal ini yang sedikit meningkat menjadi 0,6% dibandingkan. 0,5% pada kuartal II-2025.
Namun, ia melihat ini merupakan langkah bank yang terus memperkuat pencadangan di tengah penurunan kualitas aset pada segmen kredit konsumsi dan otomotif.
Sementara analis KB Valbury Sekuritas Akhmad Nurcahyadi juga menggarisbawahi bahwa kinerja keuangan BBCA masih sesuai dengan pedoman yang disampaikan oleh manajemen terutama dari sisi penyaluran kredit.
Selain itu Akhmad juga memberikan apresiasi atas capaian BBCA yang mampu mempertahankan NIM di tengah kondisi biaya dana dan likuiditas perbankan saat ini.
Di sisi lain, Victor Stefano, analis BRIDanareksa Sekuritas, dalam riset terbarunya juga menyoroti fokus manajemen mengarahkan fokus pada ekspansi kredit, optimalisasi dana murah, serta penguatan pendapatan berbasis biaya dan kualitas aset guna menjaga profitabilitas di tengah kondisi suku bunga yang rendah.
Melihat kinerja keuangan BBCA yang positif di sepanjang tahun sampai September 2025, ketiga analis tersebut memprediksi bahwa bank dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di BEI tersebut dapat mengantongi laba bersih setidaknya Rp 57 triliun di tahun 2025.
Ketiganya juga memberikan rekomendasi beli atas saham BBCA.
Samuel Sekuritas mematok target harga untuk BBCA di Rp 9.600.
Sedangkan KB Valbury Sekuritas memberikan target harga BCA di posisi Rp 11.080 dan BRIDanareksa Sekuritas mematok target harga di Rp 11.200 per saham
(Tribunnews/Kontan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IHSG-Terus-Merosot-Pada-Penutupan_20250408_180509.jpg)