Rabu, 8 April 2026

Tekan Dampak Perubahan Iklim, Pengiriman Barang Melalui Moda Kereta Api Disebut Kurangi Emisi Karbon

Moda kereta api merupakan transportasi dengan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan moda darat lainnya.

HO
TEKAN EMISI TRANSPORTASI - Hingga September 2025, total angkutan kontainer mencapai 1,8 juta ton, meningkat 7 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar 1,68 juta ton. 

Ringkasan Berita:
  • Moda kereta api merupakan transportasi dengan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan moda darat lainnya.
  • Setiap kiriman barang yang menggunakan moda kereta api berkontribusi langsung dalam mengurangi jejak emisi transportasi.
  • Sepanjang triwulan II tahun ini, volume angkutan kontainer tumbuh sebesar 14 persen dibandingkan triwulan I sebelumnya.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengiriman barang melalui moda kereta api dinilai menjadi kunci dalam mengurangi emisi karbon dibanding menggunakan transportasi lain berbasis di jalan raya.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Riyanta, menyampaikan, moda kereta api merupakan transportasi dengan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan moda darat lainnya.

Emisi karbon adalah pelepasan gas rumah kaca, terutama karbon dioksida, ke atmosfer sebagai hasil dari pembakaran bahan bakar fosil dan aktivitas manusia lainnya.

Baca juga: Penggunaan BBM Beretanol Dinilai Dapat Menekan Emisi Karbon

Emisi ini berkontribusi terhadap pemanasan global dan perubahan iklim karena gas-gas tersebut memerangkap panas matahari di atmosfer. 

Sehingga, kata Riyanta, setiap kiriman barang yang menggunakan moda kereta api berkontribusi langsung dalam mengurangi jejak emisi transportasi, dan membantu upaya nasional dalam menekan dampak perubahan iklim.

"Perseroan ingin menumbuhkan kesadaran bahwa setiap keputusan pengiriman dapat menjadi bagian dari upaya bersama memastikan keberlanjutan," papar Riyanta dalam keterangannya, Kamis (23/10/2025).

Ia menjelaskan, perseroan telah melakukan inovasi yakni informasi carbon footprint atau jejak karbon yang kini tercantum langsung di setiap invoice pelanggan.

Melalui inovasi ini, pelanggan dapat mengetahui jumlah emisi karbon (CO₂) yang dihasilkan dari aktivitas pengiriman barang melalui moda kereta api.

Ia menyampaikan, langkah ini pun mendukung implementasi Green Logistics di Indonesia serta memperkuat peran BUMN dalam mendorong sistem transportasi yang efisien dan berwawasan lingkungan.

"Kami ingin mengajak pelanggan memahami dampak emisi dari setiap aktivitas pengiriman," paparnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, sejalan dengan meningkatnya kesadaran terhadap efisiensi energi dan keberlanjutan, minat pelaku industri untuk beralih ke moda kereta api juga terus meningkat.

Pertumbuhan tersebut tercermin dari peningkatan signifikan pada layanan angkutan kereta kontainer.

Sepanjang triwulan II tahun ini, volume angkutan kontainer tumbuh sebesar 14 persen dibandingkan triwulan I sebelumnya.

Tren positif ini berlanjut pada triwulan III dengan pertumbuhan sebesar 6 persen dibandingkan kinerja triwulan II, dengan total volume pengangkutan mencapai lebih dari 650 ribu ton, naik dari sekitar 610 ribu ton pada periode triwulan II sebelumnya.

Hingga September 2025, total angkutan kontainer mencapai 1,8 juta ton, meningkat 7 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar 1,68 juta ton.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved