LG Resmikan Pabrik AC di Bekasi Jabar Berkapasitas 700.000 Unit per Tahun
Pabrik ini dioperasikan oleh partner lokal LG dengan menyerap 150 tenaga kerja lokal di tahap awal dengan luas total 32.000 meter persegi.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, BEKASI — LG Electronics (LG) menambah investasi barunya di Indonesia melalui peresmian pabrik yang memproduksi AC untuk rumah tangga di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, yang peresmiannya dilakukan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza, Kamis, 23 Oktober 2025.
Pabrik ini menyerap 150 tenaga kerja lokal di tahap awal dengan luas total 32.000 meter persegi.
Faisol Reza mengatakan, impor produk elektronik RI saat ini sangat tinggi dibandingkan nilai ekspornya. Salah satu kontributor tingginya impor produk elektronik adalah AC, mencapai 420 juta USD. Tingginya impor ini menunjukkan tingginya permintaan domestik terhadap produk AC.
Baca juga: Strategi LG Kuasai Industri Elektronik dan Antisipasi Serbuan Produk China
"Fasilitas pabrik LG ini sangat berguna untuk mengurangi ketergantungan pada produk AC impor dan memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri sekaligus merambah pasar ekspor," ujarnya di acara peresmian.
Di sisi lain industri AC dalam negeri masih menghadapi keteegantungan komponen impor seperti kompresor. "Kami mendorong LG produksi kompresor secara lokal untuk mengurangi ketergantungan impor," ungkap Faisol Reza.
Dia menambahkan, pabrik baru LG ini akan memperkuat industri elektronika nasional, mendoromg daya saya dan mendukung pengembangan industri yang berkelanjutan.
Bagi LG sendiri, pabrik ini menjadi bagian strategis perusahaan memperkuat strategi sebagai Global South sekaligus memperkuat rantai pasokan dan sebagai pusat inovasi AC.
Peresmian fasilitas produksi AC LG ini bertepatan dengan 35 tahun LG hadir di Indonesia. Produksi perdana dimulai September 2025 untuk AC rumah tangga. Di tahun pertama beroperasi pabrik akan memproduksi 700.000 unit indoor dan outdoor dengan kapasitas produksi yang siap ditingkatkan menjadi 2 kali lipat dalam waktu dekat.
Untuk memproduksi AC rumah tangga di pabrik ini LG menerapkan LG Korean Quality Control system yang menjadi sistem kendali mutu pada setiap fasilitas produksi LG di seluruh dunia sekaligus memastikan kinerja yang konsisten dan keandalan jangka panjang.
Berbarengan dengan penguatan bisnis, keberadaan pabrik ini juga mendukung inisiatif Pemerintah Indonesia menyelaraskan Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) dengan standar ASEAN.
Melengkapi dukungan ini, AC LG untuk rumah tangga yang diproduksi di pabrik ini juga menggunakan refrigeran R32 yang lebih ramah lingkungan.
Keberadaan pabrik ini menjadi komitmen LG untuk memajukan industri dalam negeri sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan target capaian TKDN di atas 40 persen.
Strategi ini akan berkontribusi terhadap swasembada lokal sekaligus memperkuat rantai pasok. Pabrik ini juga turut menciptakan lapangan kerja baru yang akan merangsang pertumbuhan ekonomi regional serta mendorong pertukaran pengetahuan dalam teknologi pendingin udara.
Baca juga: Strategi LG Kuasai Industri Elektronik dan Antisipasi Serbuan Produk China
Upaya ini akan mendorong peluang pertumbuhan baru bagi LG sekaligus memajukan tujuannya untuk menjadi penyedia HVAC global terkemuka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PABRIK-AC-LG-Wakil-Menteri-Perindustrian-Faisol-Reza.jpg)