Sabtu, 2 Mei 2026

Cegah Jadi Korban Kejahatan Siber, Perempuan Wajib Melek Digital 

Perkembangan ekosistem digital selain memberikan manfaat yang luar biasa, juga menjadi ancaman besar bagi pelaku usaha mikro perempuan.

Tayang:
Editor: Choirul Arifin
dok.
PEREMPUAN MELEK DIGITAL - Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid saat membuka "Festival Perempuan Berdaya dan Berkarya” di Jakarta. Program mengajak para pelaku usaha perempuan mengelola keuangan dengan lebih baik, sekaligus meningkatkan ketahanan bisnis mereka dengan kesadaran penuh akan potensi risiko kejahatan siber.  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perempuan mendominasi pelaku usaha skala mikro di Indonesia. Perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi mereka untuk menjalankan sekaligus memperbesar usahanya.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, perempuan wirausaha perlu menguasai keterampilan dan literasi digital dan keuangan yang memadai. 

Komisaris Independen dan ESG Ambassador BUKA Group, Yenny Wahid mengatakan, perkembangan ekosistem digital selain memberikan manfaat yang luar biasa, juga menjadi ancaman besar bagi pelaku usaha mikro perempuan.

Dia mencontohkan maraknya penipuan online dan kejahatan siber belakangan ini. 

“Di era digital saat ini, banyak keluarga yang kini menghadapi risiko baru, yakni penipuan daring, kejahatan siber, hingga maraknya judi online dan tidak hanya orang-orang dewasa yang menjadi korban, namun juga mulai menyasar anak-anak muda Indonesia,” kata Yenny Wahid di pembukaan  "Festival Perempuan Berdaya dan Berkarya” di Jakarta baru-baru ini.

Untuk meningkatkan literasi keuangan dan kesadaran terhadap praktik scamming, pihaknya menyelenggarakan program Perempuan Jagoan Pencari Cuan Vol. 4.

Program yang disingkat PUJAAN ini diharapkan dapat membantu para pelaku usaha perempuan untuk mengelola keuangan dengan lebih baik, sekaligus meningkatkan ketahanan bisnis mereka dengan kesadaran penuh akan potensi risiko kejahatan siber

Program ini juga berupaya mengakselerasi adopsi digital di kalangan wirausaha perempuan kategori warung tradisional, menjadikan UMKM warung sebagai agen terdekat dari masyarakat untuk meningkatkan kesadaran anti-judi online dan literasi digital yang aman, sekaligus untuk menyemarakkan agenda nasional Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025.

Penguatan literasi digital dan keuangan bagi pelaku usaha skala mikro perempuan dinilai sangat krusial.

Dengan keterampilan menggunakan teknologi digital, mereka dapat menjalankan usahanya dengan optimal sekaligus menjadi benteng bagi keluarga dan lingkungan sekitar dari ancaman digital.

Yenny bahkan menyebut pelaku usaha mikro perempuan sebagai penjaga digital keluarga. 

Judi Online Problem Serius Bangsa

Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid saat membuka "Festival Perempuan Berdaya dan Berkarya” mengatakan, judi online masih menjadi problem serius masyarakat dan keluarga di Indonesia.

Fenomena judi online dinilai menjadi bencana sosial, yang tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga psikologi, sosial, dan hukum.

Baca juga: SeaBank dan BI Jakarta Perkuat Literasi Keuangan untuk UMKM Perempuan

Karenanya, kehadiran perempuan tangguh sebagai garda terdepan menghalau ancaman digital di keluarga, termasuk judi online, sangat krusial. 

“Judi online sangat merusak nyaris seluruh sendi kehidupan. Banyak kondisi keluarga, terutama dari aspek ekonomi, yang hancur karena judi online," ungkap Meutya Hafid.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved