Minggu, 19 April 2026

BBNI Bukukan Laba Bersih Rp15,12 Triliun di Kuartal III 2025, NPL 2 Persen

Sejumlah bank besar mencatat pertumbuhan kredit yang lebih selektif dengan fokus pada kualitas aset dan efisiensi biaya dana.

Dok. BNI
KINERJA BNI KUARTAL III - Gerai BNI Agen46 di kawasan pemukiman. Kredit korporasi BNI naik 12,4 persen secara tahunan menjadi Rp450,7 triliun di kuartal III 2025. Sementara kredit di segmen menengah tumbuh 14,3 persen yoy dan kredit UMKM non-KUR naik 13,9 persen yoy menjadi Rp46,3 triliun. 

 

Laporan Reporter Hasiolan EP/Tribunnews.com

 

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah tekanan suku bunga tinggi global dan perlambatan ekonomi, sektor perbankan nasional masih menunjukkan ketahanan yang relatif baik hingga kuartal III 2025.

Sejumlah bank besar mencatat pertumbuhan kredit yang lebih selektif dengan fokus pada kualitas aset dan efisiensi biaya dana.

Salah satu di antaranya adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang melaporkan kinerja keuangan solid berkat fundamental kuat dan transformasi digital yang semakin matang.

Direktur Utama BBNI Putrama Wahju Setyawan menjelaskan, strategi penguatan kualitas portofolio dan disiplin dalam efisiensi pendanaan menjadi faktor utama stabilitas kinerja.

Perseroan mencatat rasio permodalan (CAR) sebesar 21,1 persen, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di posisi 86,9%, serta Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) masing-masing sebesar 167,4?n 142,1 di kuartal III 2025.

Rasio kredit bermasalah (NPL gross) di periode sama berada di 2,0%, sementara Loan at Risk (LAR) membaik ke 10,4%, mencerminkan perbaikan kualitas aset di tengah ekspansi yang lebih berhati-hati.

Total kredit yang disalurkan hingga September 2025 tumbuh 10,5% secara tahunan (YoY) menjadi Rp812,2 triliun, dengan pertumbuhan merata di seluruh segmen bisnis.

Kredit korporasi naik 12,4% YoY menjadi Rp450,7 triliun, segmen menengah tumbuh 14,3% YoY, dan kredit UMKM non-KUR meningkat 13,9% YoY menjadi Rp46,3 triliun.

Kredit konsumsi juga mencatat pertumbuhan 9,6% YoY menjadi Rp150,2 triliun, mencerminkan keseimbangan portofolio antara sektor produktif dan konsumtif.

Dari sisi pendanaan, BBNI berhasil mempertahankan struktur dana murah (CASA) sebagai penopang utama efisiensi biaya dana.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh 21,4% YoY menjadi Rp934,3 triliun, dengan CASA naik 13,3% YoY ke Rp613,4 triliun.

Baca juga: BNC Umumkan Susunan Baru Direksi untuk Perkuat Tata Kelola dan Daya Saing

Peningkatan ini didorong oleh strategi digital transaction banking, melalui kanal wondr by BNI yang kini memiliki 10,5 juta pengguna aktif dan mencatat nilai transaksi Rp783 triliun, serta BNIdirect untuk segmen korporasi dengan nilai transaksi Rp8.080 triliun atau tumbuh 26,7% YoY.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved