BBNI Bukukan Laba Bersih Rp15,12 Triliun di Kuartal III 2025, NPL 2 Persen
Sejumlah bank besar mencatat pertumbuhan kredit yang lebih selektif dengan fokus pada kualitas aset dan efisiensi biaya dana.
Pendapatan berbasis komisi (fee-based income) tumbuh 11% YoY, menyumbang sekitar 30?ri total pendapatan non-bunga.
BNNI juga memperkuat posisi keuangan dengan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar Rp34,7 triliun dan rasio NPL coverage mencapai 222,7%, menunjukkan mitigasi risiko yang disiplin.
Baca juga: Tata Cara Pengajuan KUR BRI 2025, Berikut Syarat yang Harus Dipersiapkan
Di sisi lain, portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp192,4 triliun atau 24?ri total kredit, mencakup proyek sosial, energi terbarukan, dan efisiensi energi.
Realisasi ini didukung oleh penerbitan Sustainability Bond, yang mempertegas komitmen perseroan terhadap transisi ekonomi hijau.
Dengan strategi tersebut, BBNI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,12 triliun hingga akhir September 2025, sekaligus menandai keberlanjutan profitabilitas di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Perseroan menegaskan fokusnya untuk memperkuat struktur keuangan, memperluas ekosistem digital, dan mempertahankan peran sebagai salah satu bank utama dalam mendukung pembiayaan berkelanjutan nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Transaksi-BNI-Agen46-Tumbuh-372-Dorong-Ekonomi-Kerakyatan-Lewat-Program-KDMPKKMP.jpg)