Ditopang Ekspansi, IRRA Raih Pendapatan Rp 1,1 Triliun dan Pertumbuhan Laba 23 Persen
Emiten distribusi alat kesehatan IRRA menutup tahun buku 2025 dengan pertumbuhan kinerja keuangan.
Ringkasan Berita:
- Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 1,1 triliun, meningkat 12,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
- Hingga akhir 2025 Perseroan telah menuntaskan berbagai investasi strategis yang difokuskan pada penguatan infrastruktur distribusi, sistem logistik, manajemen inventori dan peningkatan kapabilitas SDM.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), emiten distribusi alat kesehatan di Indonesia, menutup tahun buku 2025 dengan pertumbuhan kinerja keuangan.
Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 1,1 triliun, meningkat 12,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini diikuti dengan kenaikan laba bersih menjadi Rp 65,53 miliar, tumbuh 23,03 persen (YoY), dengan margin laba bersih sebesar 5,96 persen. Sementara laba per saham atau Earning Per Share (EPS) juga tercatat naik sebesar 20,13 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk, Heru Firdausi Syarif, menyatakan capaian ini merupakan hasil dari strategi ekspansi di berbagai lini usaha yang disertai dengan pengendalian biaya operasional secara efisien.
Menurutnya, pertumbuhan di tahun 2025 menjadi indikator bahwa fundamental perusahaan tetap terjaga di tengah dinamika industri kesehatan.
Heru menegaskan bahwa kenaikan laba yang melampaui pertumbuhan pendapatan ini mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam mempertajam portofolio produk strategis serta menjaga efisiensi operasional.
Menurutnya, IRRA berfokus pada penyediaan solusi kesehatan yang relevan dengan tren medis saat ini, sehingga mampu memberikan kontribusi margin bagi perusahaan tanpa mengabaikan aspek keterjangkauan bagi layanan kesehatan nasional.
Untuk mendukung pengembangan usaha berkelanjutan, hingga akhir 2025 Perseroan telah menuntaskan berbagai investasi strategis yang difokuskan pada penguatan infrastruktur distribusi, sistem logistik, manajemen inventori, serta peningkatan kapabilitas sumber daya manusia.
Baca juga: Laba Bersih Nobu Bank Naik 46 Persen, Raup 2 Juta Merchant di Ekosistem QRIS
Langkah ini mendorong total aset Perseroan melonjak 46,65 persen menjadi Rp2,43 triliun, yang mencerminkan peningkatan kapasitas operasional secara signifikan.
Ekspansi tersebut juga memperluas jangkauan layanan IRRA, di mana jumlah jaringan distribusi tumbuh 18,5 persen menjadi 2.504 titik di seluruh Indonesia.
Secara sektoral, kinerja Perseroan didukung oleh kontribusi dari beberapa lini usaha utama, meliputi segmen In Vitro Diagnostics sebesar Rp 693,48 miliar dan Alat Kesehatan Elektronik Medik Steril sebesar Rp 347,94 miliar.
Baca juga: MPMX Catat Pendapatan Rp16,2 Triliun di 2025, Fokus Perkuat Fondasi Bisnis Jangka Panjang
Lini Alat Kesehatan Non Elektronik Medik Steril menyumbang Rp 52,88 miliar, sementara Produk Kesehatan Lainnya tercatat sebesar Rp 5,91 miliar.
Capaian di tiap segmen ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan pasar dan keberhasilan Perseroan dalam memperluas portofolio bisnis baru yang memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan keseluruhan.
"Penguatan investasi di tahun 2025 merupakan langkah terencana untuk meningkatkan kapasitas logistik, memperluas jaringan distribusi, serta meningkatkan market share secara signifikan," kata Heru Firdausi Syarif.
Menurutnya, penguatan kapabilitas strategis ini menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan alat kesehatan di pasar secara lebih luas dan cepat.
"Ke depan, kami akan fokus meningkatkan penetrasi pasar di wilayah potensial dan memastikan setiap tahapan ekspansi mampu memberikan kontribusi yang stabil bagi pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dilanda-corona-ihsg-melemah_20200305_144747.jpg)