Kamis, 14 Mei 2026

SME DigitalFest 2025: UMKM Diajak Jalankan Strategi Digital 

UMKM yang tidak beradaptasi dengan digitalisasi berisiko kehilangan relevansi di pasar yang terus berubah dinamis. 

Tayang:
Istimewa
EDUKASI AI KE UMKM - Penyelenggaraan SME DigitalFest di Jakarta. Event ini bertujuan membantu UMKM naik kelas dan siap memaksimalkan inovasi AI untuk memajukan bisnisnya. 

Ringkasan Berita:
  • Pelaku bisnis UMKM terutama yang dikelola perempuan didorong memanfaatkan inovasi AI secara maksimal agar bisnisnya makin berkembang.
  • UMKM yang tidak beradaptasi dengan digitalisasi berisiko kehilangan relevansi di pasar yang terus berubah dinamis. 
  • Strategi digital yang otentik dan berorientasi pada nilai bisa menciptakan kredibilitas dan membangun kepercayaan konsumen

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pelaku bisnis mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia perlu didorong agar siap menghadapi era ekonomi berbasis kecerdasan buatan (AI) mengingat digitalisasi di semua lini akan menjadi denyut baru di perekonomian Indonesia saat ini dan ke depannya.

Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tahun 2025, Indonesia memiliki 64 juta lebih UMKM yang berkontribusi 61 persen  terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97 persen tenaga kerja nasional. 

Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,03 persen (c-to-c) pada 2024. Angka tersebut menunjukkan peran kuat UMKM sebagai pilar utama sekaligus motor penggerak ekonomi digital Indonesia. 

Bambang Wisnubroto, Plt. Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa, Kementerian Perdagangan RI saat menjadi pembicara kunci SME DigitalFest 2025 yang diselenggarakan Exabytes di Jakarta baru-baru ini memaparkan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat ekosistem perdagangan digital nasional dan memperluas partisipasi UMKM di pasar global. 

Baca juga: Anggota DPD RI Fahira Idris: Pemerintah Perlu Percepat Hilirisasi Pertanian dan Penguatan UMKM

Haykal Kamil, Co-Founder & CEO Kals Group dalam paparan menegaskan digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi keharusan demi menjaga keberlangsungan bisnis.

“UMKM yang tidak beradaptasi dengan digitalisasi berisiko kehilangan relevansi. Dunia berubah cepat, bukan hanya bagaimana kita menjual, tapi bagaimana kita berpikir tentang pelanggan,”ujar Haykal dikutip Sabtu, 25 Oktober 2025.

Ditegaskan, transformasi digital tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang mindset, keberanian berinovasi dan kemampuan menciptakan nilai baruditengah kompetisi yang semakin dinamis.

Di penyelenggaraan SME DigitalFest 2025 juga diselenggarakan diskusi panel bertajuk “Building Visibility and Sales Through Digital Platforms,”

Diskusi menghadirkan sejumlah pebisnis inspiratif, antara lain Nilam Sari, Founder Kebab Turki Baba Rafi & CEO PT Nava Sari Kreasi) dan Dewi Meisari Haryanti, Co-Founder ukmindonesia.id & Founder tumbu.co.id), serta ZahraAmalina, CEO Tetra Jaya Plusindo & Miss Indonesia Jawa Barat 2016. 

Ketiganya menekankan pentingnya membangun visibilitas, kredibilitas dan kepercayaan konsumen melalui strategi digital yang otentik dan berorientasi pada nilai. 

Ketiganya menegaskan bahwa keunggulan UMKM tidak hanya terletak pada produk,tetapi juga pada kemampuan adaptif dan kekuatan narasi yang menghubungkan merek dengan pelanggan. 

Dalam kesempatan tersebut, Zahra Amalina menyampaikan apresiasinya: “Terima kasih kepada Exabytes Indonesia atas

Penyelenggaraan SME DigitalFest ini sangat bermanfaat dan keren! Merupakan kehormatan bagi saya dapat berbagi di panggung inspiratif ini.Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut untuk memperkuat ekosistem UMKM dan generasi mudapelaku bisnis di Indonesia," ungkap Zahra Amalina.

Fred, Founder Rollti, mengatakan, Indonesia memiliki potensi luar biasa, bukan hanya karena pasar yang besar, tetapi karena ekosistem UMKM yang progresif dan adaptif.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved