Kamis, 7 Mei 2026

Menkeu Purbaya Pastikan Ikut ke China Bahas Utang Whoosh

Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan berkunjung ke China, untuk membahas soal restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Tayang:
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Sanusi
aceh.kemenag.go.id/Nitis Hawaroh
RESTRUKTURISASI WHOOSH - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bahas utang proyek KCIC bersama Chief Excecutive Officer Danantara Rosan Roeslani, di Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Indonesia siap membayar kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh yang mencapai sekitar Rp 1,2 triliun per tahun.
  • Menkeu menegaskan keberangkatan tersebut masih menunggu kepastian terkait pihak yang nantinya akan ditemui di China.

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan berkunjung ke China, untuk membahas soal restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).

Namun, bendahara negara itu menegaskan bahwa keberangkatan tersebut masih menunggu kepastian terkait pihak yang nantinya akan ditemui di China.

"Jadi lah, cuman kita belum. Saya bilang begini saya enggak tahu di China ketemu siapa, China Development apa NDRC-nya. Nanti kalau sudah clear ketemu siapa dan skemanya seperti apa baru kita ke China, kalau enggak saya bingung China ketemu siapa enggak jelas," ujar Purbaya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2025).

Baca juga: Bos Danantara Sambangi Kantor Kemenkeu, Menkeu Purbaya: Diskusi Kereta Cepat

Sedangkan Chief Excecutive Officer Danantara Rosan Roeslani justru berbeda pendapat terkait rencana keberangkatan tersebut.

Menurut Rosan, bendahara negara Indonesia itu tidak akan ikut berkunjung ke China. Sebab kata dia, Danantara masih melakukan pembahasan teknis meskipun komunikasi awal dengan pihak China sudah dilakukan.

"Enggak, nanti kita matengkan dulu di sini tapi timnya akan bersama-sama kita, tim dari Danantara dan juga tim dari Kementerian Keuangan untuk membuat planning yang lebih detail lagi untuk kita bicara ke sana, walaupun kita sudah mulai sounding bicara ke pihak China nya," tegas Rosan di Kementerian Keuangan, Rabu siang.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto telah mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia siap membayar kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh yang mencapai sekitar Rp 1,2 triliun per tahun.

“Pokoknya enggak ada masalah karena itu kita bayar mungkin Rp 1,2 triliun per tahun. Tetapi manfaatnya, mengurangi macet, mengurangi polusi, mempercepat perjalanan, ini semua harus dihitung,” kata Prabowo usai meninjau Stasiun Manggarai dan meresmikan beroperasinya Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Prabowo menegaskan proyek Whoosh tidak semestinya hanya dilihat dari sisi untung dan rugi, tapi juga dari manfaat sosial dan ekonomi ke masyarakat.

Menurutnya, proyek tersebut adalah bagian dari kerja sama internasional strategis yang tetap berada di bawah kendali pemerintah Indonesia.

Baca juga: Usai Berantas Pakaian Bekas Ilegal, Menkeu Purbaya Bakal Benahi Impor Baja

“Jadi saya tidak, tetapi saya kira yang penting kita kuasai teknologi. Kita, we are at an edge of best practice. Dan ini ingat ya, ini simbol kerja sama kita dengan Tiongkok,” ujarnya.

Prabowo menegaskan bahwa tanggung jawab penuh atas proyek tersebut kini berada di tangan dirinya sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Sudahlah, saya sudah katakan presiden Republik Indonesia yang ambil alih tanggung jawab. Jadi tidak usah ribut. Kita mampu. Dan kita kuat,” tegasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved