Rabu, 22 April 2026

Kereta Cepat

Bos Danantara Sambangi Kantor Kemenkeu, Menkeu Purbaya: Diskusi Kereta Cepat

Pertemuan itu membahas soal restrukturisasi utang PT Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang hingga saat ini masih belum ada kejelasannya.

aceh.kemenag.go.id/Nitis Hawaroh
RESTRUKTURISASI WHOOSH - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bahas utang proyek KCIC bersama Chief Excecutive Officer Danantara Rosan Roeslani, di Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang resmi beroperasi sejak 2 Oktober 2023 mengalami pembengkakan biaya.
  • Utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang ditanggung melalui konsorsium KCIC mencapai Rp 116 triliun atau sekitar 7,2 miliar dollar AS. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan dengan Chief Excecutive Officer Danantara Rosan Roeslani, di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2025).

Pertemuan itu membahas soal restrukturisasi utang PT Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang hingga saat ini masih belum ada kejelasannya.

"Permintaanya banyak banget ya, Danantara. Tapi kita diskusi, diskusi baik lah termasuk KCIC masih akan dicari bentuk yang pas seperti apa," kata Menkeu Purbaya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BE), Rabu.

Baca juga: Dorong Kemandirian Industri KA, Kemenko Infrastruktur Siapkan RPP Kereta Cepat

Namun, bendahara negara itu masih belum bisa menjabarkan secara rinci.

Purbaya bilang, hasil pertemuan itu akan dibahas lebih lanjut oleh tim teknis antara Kementerian Keuangan dan Danantara.

"Nanti tim teknis dia diskusi dengan tim teknis saya, ini kan masih belum clear betul seperti apa. Saya sih belum tahu sampai detail tapi gambaran besarnya clear lah kita mau ngapain ke depan," tegas Purbaya.

Sementara ditemui terpisah, Chief Excecutive Officer Danantara Rosan Roeslani menyatakan kunjungannya ke Kemenkeu adalah untuk berdiskusi terkait penyelesaian KCIC.

"Whoosh kita diskusikan, karena kita kan di dalamnya ahrus sama, kemudian baru kita bicara ke keluarnya. Timetable juga sudah ditentukan," kata Rosan.

Rosan bilang, pertemuannya dengan Menkeu Purbaya juga turut membahas soal pengembangan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

"Dukungan dari segi fiskal dan perpajakannya seperti apa dari Kementerian Keuangan dan beliau sangat terbuka dan akan dilanjutkan lagi oleh tim kerja. Tapi intinya sangat positif," tutur dia.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang resmi beroperasi sejak 2 Oktober 2023 mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar 1,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 19,54 triliun.

Untuk menutup pembengkakan biaya tersebut, proyek ini memperoleh pinjaman dari China Development Bank (CDB) senilai 230,99 juta dollar AS dan 1,54 miliar renminbi, dengan total setara Rp 6,98 triliun.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), pengelola kereta cepat Whoosh, merupakan perusahaan patungan antara konsorsium Indonesia PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dengan kepemilikan saham 60 persen, dan konsorsium China Beijing Yawan HSR Co. Ltd yang memegang 40 persen saham.

Adapun komposisi pemegang saham PSBI terdiri dari:

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved