Minggu, 12 April 2026

Purbaya: Kinerja Bea Cukai Membaik Setelah Pegawainya Diancam Dirumahkan

Kinerja Direktorat Jenderal Bea Cukai semakin baik dalam beberapa pekan terakhir setelah mendapat ancaman pegawainya akan dirumahkan.

Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews/Nitis Hawaroh
KINERJA BEA CUKAI - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Kinerja Direktorat Jenderal Bea Cukai semakin baik dalam beberapa pekan terakhir setelah mendapat ancaman pegawainya akan dirumahkan. 

Ringkasan Berita:
  • Kinerja Direktorat Jenderal Bea Cukai semakin baik dalam beberapa pekan terakhir setelah mendapat ancaman pegawainya akan dirumahkan.
  • Menkeu Purbaya mengapresiasi langkah progresif Bea Cukai atas perubahan besar yang sudah terlihat dalam waktu dua minggu ini.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kinerja Direktorat Jenderal Bea Cukai semakin baik dalam beberapa pekan terakhir setelah mendapat ancaman pegawainya akan dirumahkan.

Hal itu dia sampaikan saat Konferensi Pers Peresmian Alat Pemindai Peti Kemas di Terminal 3 dan Terminal Mustika Alam Lestari sekaligus Peluncuran Aplikasi Kepabeanan Berbasis AI di Terminal Tanjung Priok Jakarta Utara, Jumat (12/12/2025).

"Bea Cukai cukup bergerak cepat dalam beberapa Minggu terakhir ya, rupanya orang Bea Cukai pintar-pintar hanya tinggal digebukin saja gebuk-gebuk dua minggu keluar. Ini dua minggu pengembangan AI seperti ini saya bilang amat canggih," kata Purbaya.

"Saya tadinya hampir nggak percaya, saya pikir dia beli kan? Mereka bikin sendiri, jadi orang kita cukup pintar," sambungnya.

Bea Cukai meresmikan terobosan baru melalui pengembangan teknologi alat pemindai peti kemas (x-ray) yang dilengkapi dengan fitur radiation portal monitor (RPM) juga fitur pelaporan mandiri berbasis aplikasi CEISA 4.0 Mobile bernama Self Service Report Mobile (SSR- Mobile). 

Baca juga: Purbaya Resmikan Pemindai Peti Kemas Berteknologi AI di Tanjung Priok

Menurut Purbaya, teknologi baru tersebut membantu sistem pengawasan kepabeanan menjadi lebih adaptif dan mampu merespons berbagai modus kejahatan perdagangan internasional dengan cepat.

"Dan kita lebih bisa mengawasin dengan mudah pegawai-pegawai kita di lapangan karena titik yang dicek lebih sedikit," ujar dia.

Meski pengawasan diperketat, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa layanan Bea Cukai kepada masyarakat dan dunia usaha harus tetap lebih cepat, sederhana dan berintegritas sejalan dengan komitmen Kementerian Keuangan.

Namun, dia mengapresiasi langkah progresif Bea Cukai atas perubahan besar yang sudah terlihat dalam waktu dua minggu ini.

Baca juga: Bea Cukai Tangkap 2 Truk Pengangkut Baju Impor Asal China di Tol Palembang

"Karena ada ancaman juga kalau gak bisa beres awas. Tapi mereka sudah melakukan perbaikan dengan signifikan. Dan saya harapkan nanti maret tahun depan gambaran Bea Cukai akan jauh berbeda dengan yang kemarin-kemarin," terang Purbaya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pihaknya mengambil langkah tegas untuk memperbaiki kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, menyusul temuan beras impor ilegal yang masuk melalui Pelabuhan Batam dan Sabang.

Menkeu Purbaya mengaku telah memanggil dan melakukan rapat internal dengan jajaran Bea Cukai untuk meminta penjelasan dan memastikan perbaikan dilakukan secara menyeluruh.

"Saya udah panggil mereka. Kita rapat internal ya. Kita bilang, kita diskusikan dengan mereka. Saya bilang begini. Image Bea Cukai kurang bagus di media, di masyarakat, di pimpinan tertinggi kita. Jadi kita harus perbaiki dengan serius," ujar Menkeu Purbaya usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (27/11/2025).

Bendahara negara itu memberikan waktu satu tahun kepada Bea Cukai untuk berbenah tanpa gangguan, agar upaya perbaikan bisa berjalan maksimal.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved