Senin, 27 April 2026

API Minta Pemerintah Perjuangkan Tarif Ekspor Tekstil ke AS 

Ketua Umum API Jemmy Kartiwa mengatakan, pentingnya peran negara dalam melindungi dunia usaha dan tenaga kerja di dalamnya.

Tayang:
Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Di tengah tekanan global, biaya produksi yang meningkat dan persaingan ketat dengan negara produsen lain, keberpihakan kebijakan perdagangan internasional dinilai menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan industri tekstil 

"Pembahasan lanjutan mengenai tarif ekspor ke US itu sangat penting sebelum perjanjian ditandatangani, karena saat ini Indonesia melalui API sedang berproses mengupayakan kenaikan kapasitas impor US Cotton melalui skema kerja sama imbal balik. Kita impor lebih banyak US Cotton dari US dan untuk itu produk-produk garment dan tekstil berbahan baku US Cotton untuk eksport ke US diharapkan akan mendapatkan tarif nol persen atau lebih rendah dari 19 persen," terangnya.

Menurut API, skema tersebut berpotensi memberikan dampak ganda bagi perekonomian nasional, mulai dari peningkatan pertumbuhan ekonomi, penerimaan pajak negara, hingga menjaga keberlangsungan jutaan tenaga kerja di sektor garmen dan tekstil.

"Kami benar-benar berharap Presiden Prabowo dan Menko Perekonomian memberikan atensi penuh terkait negosiasi tarif. Ini bukan demi kami sebagai pengusaha, tetapi sebagai bentuk keberpihakan negara kepada dunia usaha sektor padat karya, ada jutaan pekerja yang hidup dari sektor padat karya," ucap Jemmy.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved