Jumat, 24 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Pemerintah Pangkas Jadwal MBG jadi 5 Hari Seminggu, Kecuali untuk Daerah Stunting dan 3T

Pemerintah mengurangi frekuensi Program MBG dari enam menjadi lima hari mulai April 2026 untuk meningkatkan efisiensi anggaran.

Penulis: Dodi Esvandi
Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
PANGKAS JADWAL MBG - Siswa SMP N 1 Tamansari, Kabupaten Bogor sedang menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (16/12/2025). Pemerintah mengurangi frekuensi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam menjadi lima hari per minggu mulai April 2026 untuk meningkatkan efisiensi anggaran. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah mengurangi frekuensi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam menjadi lima hari per minggu mulai April 2026 untuk meningkatkan efisiensi anggaran.
  • Kebijakan ini diperkirakan menghemat hingga Rp20 triliun, sekaligus menyesuaikan program dengan hari aktif sekolah dan kerja, menurut Airlangga Hartarto.
  • Pengecualian diberikan bagi pesantren, wilayah 3T, dan daerah dengan stunting tinggi.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah mengambil langkah besar dalam upaya efisiensi anggaran negara melalui optimalisasi program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mulai April 2026, frekuensi pembagian makanan segar yang sebelumnya diberikan enam hari dalam sepekan, kini disesuaikan menjadi lima hari kerja.

Langkah ini diprediksi akan menyelamatkan anggaran negara hingga Rp20 triliun, sebuah angka yang signifikan di tengah transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan untuk menyinkronkan program dengan hari aktif sekolah dan kerja.

“Pemerintah mendorong optimalisasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu,” ungkap Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).

Meski ada pemangkasan jadwal secara nasional, pemerintah menegaskan tidak akan memukul rata kebijakan ini.

Prinsip keadilan tetap dikedepankan bagi wilayah yang paling membutuhkan. Khusus untuk:

  • Sekolah Berasrama (Pesantren/Boarding School)
  • Wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)
  • Daerah dengan Angka Stunting Tinggi

Pada kategori tersebut, distribusi MBG tetap berjalan penuh selama enam hari dalam sepekan (Senin hingga Sabtu) guna memastikan kebutuhan nutrisi tetap terjaga secara konsisten.

Hingga awal Maret 2026, program MBG tercatat telah menjangkau lebih dari 60 juta jiwa.

Penerima manfaat ini mencakup spektrum luas mulai dari anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga kelompok lanjut usia (lansia).

Kebijakan "potong satu hari" ini menjadi bagian dari paket transformasi besar yang diberlakukan pemerintah mulai 1 April 2026.

Baca juga: Demi Hemat Rp130 T, Pemerintah Rumahkan ASN Setiap Jumat dan Perketat BBM Subsidi

Melalui langkah ini, potensi penghematan sebesar Rp20 triliun diharapkan dapat dialokasikan kembali untuk memperkuat ketahanan pangan dan sektor produktif lainnya tanpa mengurangi kualitas gizi yang diberikan pada hari-hari operasional.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved