Pereli Julian Johan Tuntaskan Leg I Rally Dakar 2026, Raih Posisi 6 di Kelas H.2
Pereli Indonesian Julian Johan sukses meraih posisi keenam di Kelas H.2, dan menempati peringkat ke-11 secara overall di Grup Dakar Classic.
Ringkasan Berita:
- Pereli Indonesian Julian Johan sukses meraih posisi keenam di Kelas H.2, dan menempati peringkat ke-11 secara overall di Grup Dakar Classic di balapan Minggu kemarin.
- Mobil Toyota Land Cruiser 100 yang dia geber di etape ini tidak mengalami kendala teknis tapi di start SS pertama menghantam batu tajam yang menyebabkan ban mobil depan kanan robek.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pereli Indonesia Julian Johan bersama Co-Driver Mathieu Monplaisi dari Prancis menuntaskan Special Stage (SS) pertama Rally Dakar 2026 yang berlangsung Minggu (4/1/2026) di Yanbu, Arab Saudi, dengan hasil mengesankan.
Julian sukses meraih posisi keenam di Kelas H.2, dan menempati peringkat ke-11 secara overall di Grup Dakar Classic dengan mengendarai Toyota Land Cruiser 100.
Etape ini dia tempuh sejauh 219 kilometer. Sementara Special Stage Prologue yang berlangsung Sabtu (3/1/2026) hanya memiliki jarak tempuh 24 km.
Baca juga: Terinsipirasi dari Balap Rally, BiLED Dakar Carbon Hadir di IIMS 2024
Julian mengatakan, SS pertana tersebut masih permulaan, di mana beberapa Special Stage berikutnya akan lebih menantang adrenalin.
“Stage satu ini luar biasa! Dari alamnya, dari tantangan treknya, dan dari jaraknya. Boleh dibilang stage satu ini atau hari keduanya rally Dakar, ini baru yang menjadi menu utamanya Dakar," kata Julian Johan.
"Di SS pertama ini saya telah berhasil melewati rute mencapai 219 kilometer. Jadi hari ini benar-benar baru terasa sekali tantangan beratnya sebuah Dakar,” ujar pebalap yang akrab disapa Jeje ini.
Menariknya, setelah berjibaku dengan kemampuan ekstra pada SS pertama, pencapaian yang diraih justru memenuhi target, untuk bisa mencapai garis finish dengan kondisi mobil yang baik.
Berbekal hasil dari SS pertama rally Dakar 2026 yang sangat positif, namun kakak kandung dari pembalap Jordan Johan ini akan terus berusaha meraih hasil lebih baik.
“Buat pertama kali ada di sini sebenarnya secara persaingannya kalau melihat dari SS satu sangat memungkinkan, tapi balik lagi, saya enggak mau gegabah. Saya akan mencoba untuk fokus ke diri sendiri saja, bagaimana setiap harinya kita bisa finish dengan aman dan lancar,” tukasnya.
Mobil Toyota Land Cruiser 100 yang dia geber di etape ini tidak mengalami kendala teknis. Hanya saja saat menuju lokasi start SS pertama, Jeje, sempat menghantam batu tajam yang menyebabkan ban mobil depan kanan robek sehingga harus melakukan penggantian.
Menurut pengakuannya, hal tersebut memang disebabkan belum terbiasanya ia dengan posisi setir di sebelah kiri sehingga butuh penyesuaian dalam memposisikan mobil.
“Karena memang saya yang kurang bisa mahir atau terbiasa membawa setir kiri itu jadinya terlalu ke kanan dan menghantam batu tersebut. Tapi syukur Alhamdulillah enggak butuh waktu lama, jadi kita start ss masih aman,” jelasnya.
Jeje juga telah menyiapkan strategi untuk SS kedua yang akan menempuh jarak hingga 316 kilometer dari Kota Yanbu menuju Kota Alula.
“Jadi dari ritmenya untuk membawa mobilnya tidak benar-benar di push, bahkan jauh lebih santai ketimbang saat saya sedang rally raid misalnya di IRRA atau AXCR sekalipun," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/RALLY-DAKAR-Pereli-Indonesian-Julian-Johan-Jeje-454.jpg)