Amerika Versus Venezuela
5 Aksi AS Bermain Peran jadi Polisi Global yang Berujung Kegagalan: Perang Vietnam Paling Kelam
Aksi AS bermain menjadi Polisi Global di Venezuela jadi sorotan dunia. Namun, ada lima aksi AS yang gagal saat bermain jadi Polisi Global.
Ringkasan Berita:
- Aksi Amerika Serikat (AS) bermain peran menjadi "Polisi Global" di Venezuela telah menjadi sorotan dunia.
- Istilah "Polisi Global" sering disematkan kepada AS karena keterlibatan militernya di berbagai belahan dunia untuk menjaga kepentingan nasional, menyebarkan demokrasi, atau merespons krisis kemanusiaan.
- Namun, sejarah mencatat beberapa intervensi ini justru berakhir dengan kegagalan strategis, biaya manusia yang besar, dan ketidakstabilan jangka panjang.
TRIBUNNEWS.COM - Tindakan Amerika Serikat (AS) bermain menjadi "Polisi Global" di Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) kemarin menjadi sorotan dunia.
Sebab, atas perintah Presiden AS Donald Trump, Washington berhasil menculik dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Tak hanya Maduro, pasukan khusus AS juga menangkap istri Presiden Venezuela, Cilia Flores.
Istilah "Polisi Global" sering disematkan kepada AS karena keterlibatan militernya di berbagai belahan dunia untuk menjaga kepentingan nasional, menyebarkan demokrasi, atau merespons krisis kemanusiaan.
Namun, sejarah mencatat beberapa intervensi ini justru berakhir dengan kegagalan strategis, biaya manusia yang besar, dan ketidakstabilan jangka panjang.
Lantas, di mana saja aksi AS menjadi Polisi Global yang berujung kegagalan ini?
Berikut Tribunnews.com sudah merangkum lima aksi AS menjadi Polisi Global yang berujung dalam kegagalan:
1. Perang Vietnam (1955-1975)
Aksi pertama dan yang paling ikonik adalah Perang Vietnam pada tahun 1955 hingga 1975.
Perang Vietnam menjadi perang paling memalukan bagi AS, sebab untuk pertama kalinya, Washington kalah perang pasca-Perang Dunia II.
Mengutip artikel The Times, sejarawan militer ternama Max Hastings menyajikan sudut pandang yang lebih kelam dan jujur terkait Perang Vietnam.
Baca juga: Presiden Sementara Venezuela Siap Kerja Sama dengan AS, Sempat Beri Kecaman saat Maduro Ditangkap
Salah satu poin krusial yang diangkat Hastings adalah bagaimana keterlibatan Amerika didasari oleh serangkaian kebohongan sistematis.
Hastings berpendapat bahwa para pemimpin di Washington, mulai dari era Kennedy hingga Nixon, sebenarnya menyadari bahwa perang tersebut sulit untuk dimenangkan.
Namun, demi gengsi politik dan ketakutan akan penyebaran komunisme (Teori Domino), mereka terus mengirimkan ribuan pemuda Amerika ke medan tempur yang sia-sia.
Namun, Hastings tidak lantas menempatkan rezim komunis di Utara sebagai pahlawan tanpa noda.
Ia dengan berani memaparkan kekejaman yang dilakukan oleh Viet Cong dan tentara Vietnam Utara (NVA).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Helikkopter-Maduro-Venezuela.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.