Minggu, 11 Januari 2026

Pemerintah Terbitkan Utang, Cadangan Devisa RI Akhir Desember 2025 Jadi Tertinggi Sejak 8 Bulan Lalu

Cadangan devisa RI pada akhir tahun lalu naik 4,26 persen secara bulanan atau dari periode November senilai 150,1 miliar dolar AS.

Tribunnews/Jeprima
CADANGAN DEVISA RI - Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 sebesar 156,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau meningkat dibandingkan posisi pada akhir November 2025 sebesar 150,1 miliar dolar AS. 

Ringkasan Berita:
  • Cadangan devisa RI pada akhir tahun lalu naik 4,26 persen secara bulanan atau dari periode November senilai 150,1 miliar dolar AS.
  • Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut terutama bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah.
  • Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 sebesar 156,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) menjadi tertinggi sejak 8 bulan sebelumnya.

Cadangan devisa adalah aset keuangan dalam valuta asing yang dimiliki dan dikelola oleh bank Indonesia untuk membiayai transaksi internasional dan menjaga stabilitas perekonomian.

Cadangan devisa juga bisa diartikan sebagai simpanan kekayaan negara dalam mata uang asing yang digunakan sebagai “penyangga” ekonomi.

Dalam pengumuman Bank Indonesia (BI), cadangan devisa RI pada akhir tahun lalu naik 4,26 persen secara bulanan atau dari periode November senilai 150,1 miliar dolar AS.

Baca juga: Cadangan Devisa RI di Agustus 2025 Merosot Imbas Bayar Utang Pemerintah dan Stabilkan Rupiah

"Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut terutama bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman pemerintah," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso, Kamis (8/1/2026).

Ramdan mengatakan, posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

"Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing yang diprakirakan terus berlanjut sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik," tutur dia.

Sukuk Global

Pada November 2025, Pemerintah Republik Indonesia telah menerbitkan Sukuk Global sebesar USD2,0 miliar, yang terdiri dari USD1,1 miliar untuk tenor 5 tahun, dan USD 0,9 miliar untuk tenor 10 tahun dalam format Reg S/144A Trust Certificates yang masing-masing jatuh tempo pada 2030 dan 2035. 

Transaksi ini menandai ketujuh kalinya Pemerintah mengakses pasar keuangan internasional tahun ini, setelah enam kali penerbitan dalam denominasi mata uang USD, EUR, JPY, AUD dan CNH, yang menunjukkan minat investor yang berkelanjutan terhadap surat berharga Pemerintah Republik Indonesia dalam berbagai mata uang.

Sukuk Global diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III (PPSI-III), badan hukum yang didirikan dan sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan tujuan khusus untuk melakukan penerbitan Surat Berharga Syariah Negara dalam mata uang asing di pasar internasional.

Sukuk Global ini menggunakan struktur akad Wakalah dan telah memperoleh opini syariah dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) serta dari Internal Shari’a Supervisory Committee (ISSC) Dubai Islamic Bank PSJC, Shari’a Committee J.P. Morgan, dan Global Shari’a Supervisory Committee Standard Chartered Bank.

Data Cadangan Devisa RI

  • Januari 2025: 156,1 miliar dolar AS
  • Februari 2025: 154,5 miliar dolar AS
  • Maret 2025: 157,1 miliar dolar AS
  • April 2025: 152,5 miliar dolar AS
  • Mei 2025: 152,5 miliar AS
  • Juni 2025: 152,6 miliar dolar AS
  • Juli 2025: 152 miliar dolar AS
  • Agustus 2025: 150,7 miliar dolar AS
  • September 2025: 148,7 miliar dolar AS
  • Oktober 2025: 149,9 miliar dolar AS
  • November 2025: 150,1 miliar dolar AS
  • Desember 2025: 156,5 miliar dolar AS

 

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved