Minggu, 18 Januari 2026

Mentan Amran Terima Banyak Laporan soal Bahan Pangan yang Diselundupkan ke RI, Ada Beras dan Migor

Menteri Pertanian mengaku menerima banyak laporan terkait penyelundupan bahan pangan ke Indonesia melalui kanal aduannya, Lapor Pak Amran

Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026). Ia mengaku menerima banyak laporan terkait penyelundupan bahan pangan ke Indonesia melalui kanal aduannya, Lapor Pak Amran. Dok: Endrapta Pramudhiaz 

Ringkasan Berita:
  • Amran mengaku heran minyak goreng diselundupkan, mengingat Indonesia adalah produsen minyak goreng terbesar di dunia
  • Amran juga merasa aneh melihat ada upaya penyelundupan beras, padahal Indonesia memiliki stok yang melimpah dan telah mencapai swasembada beras

 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku menerima banyak laporan terkait penyelundupan bahan pangan ke Indonesia melalui kanal aduannya, Lapor Pak Amran.

Amran sampai memperagakan dengan jarinya ketebalan tumpukan kertas berisi laporan tersebut untuk menggambarkan jumlahnya yang sangat banyak.

"Banyak sekali. Setebal gini, laporan tadi pagi, setebal gini, aku belum baca semua," kata Amran kepada wartawan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026).

Baca juga: Mentan Amran Khawatir Bawang Bombai Impor Ilegal Bawa Penyakit dan Serang Tanaman di RI

Menurut Amran, laporan yang diterima beragam, mulai dari penjualan alat mesin pertanian yang seharusnya diterima secara gratis, seputar pupuk ilegal, hingga penyelundupan bahan pangan.

Bahan pangan yang disebut dalam laporan ada beras dan minyak goreng.

"Untuk sementara ini yang banyak adalah beras. Ada macam-macam. Ada minyak goreng," ucap Amran.

Amran mengaku heran minyak goreng diselundupkan, mengingat Indonesia adalah produsen minyak goreng terbesar di dunia.

Amran juga merasa aneh melihat ada upaya penyelundupan beras, padahal Indonesia memiliki stok yang melimpah dan telah mencapai swasembada beras.

Adapun pada Sabtu ini di Semarang, Amran baru saja mengamankan bawang bombai hasil impor ilegal.

Baca juga: Operasi Subuh Mentan Amran Amankan 6 Ribu Karung Bawang Bombai Ilegal

Bawang bombai yang tidak dilengkapi surat-surat lengkap totalnya mencapai 6.172 karung atau sekitar 133,5 ton.

Pantauan Tribunnews di lokasi, tumpukan karung bawang bombai itu menjulang tinggi, melebihi tinggi orang dewasa, termasuk Amran dan aparat yang berada di lokasi.

Tumpukan bawang bombai tersebut telah diberi garis police line berwarna kuning. Selain itu, terdapat enam truk yang juga tampak disegel dengan police line.

Informasi soal bawang bombai ilegal ini ia terima melalui kanal aduan Lapor Pak Amran.

Begitu mendapat laporan, Amran langsung menghubungi Komandan Distrik Militer (Dandim) setempat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved