Selasa, 14 April 2026

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga BI-Rate di Level 4,75 Persen

BI masih membuka ruang penurunan bunga jika inflasi terkendali, dengan fokus memperkuat transmisi kebijakan.

Tribunnews/Bambang Ismoyo
SUKU BUNGA ACUAN - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. BI masih membuka ruang penurunan bunga jika inflasi terkendali, dengan fokus memperkuat transmisi kebijakan. 
Ringkasan Berita:
  • BI menahan BI-Rate 4,75 persen untuk menjaga stabilitas rupiah, inflasi 2026–2027, dan pertumbuhan ekonomi.
  • Tekanan nilai tukar dan sensitivitas pasar terhadap isu fiskal jadi pertimbangan utama.
  • BI masih membuka ruang penurunan bunga jika inflasi terkendali, dengan fokus memperkuat transmisi kebijakan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 4,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen.

Suku bunga adalah tingkat bunga yang ditetapkan bank sentral sebagai patokan bagi suku bunga di seluruh sistem keuangan, seperti bunga kredit, bunga deposito dan bunga pinjaman antar bank.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 20 dan 21 Januari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen," kata Dewan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (21/1/2026).

Baca juga: DBS: Suku Bunga Dipangkas, Prospek Investasi Indonesia 2026 Masih Positif

Perry mengatakan, keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini, yaitu pada upaya stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global, mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026-2027, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

"Kedepan, BI akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan mikroprudensial yang telah ditempuh selama ini," ujar Perry.

"Dan tetap mencermati ruang penurunan suku bunga BI-Rate lebih lanjut dengan perkiraan inflasi 2026-2027 yang terkendali dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen, serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," imbuh Perry.

Kemudian lanjut Perry, pelonggaran kebijakan makroprudensial juga diperkuat dengan meningkatkan efektivitas implementasi pemberian likuiditas kepada perbankan, dalam mempercepat penurunan suku bunga dan kenaikan pertumbuhan kredit pembiayaan ke sektor riil.

"Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, dan peningkatan daya tahan infrastruktur sistem pembayaran," terangnya.

Kepala Ekonom Permata bank Josua Pardede mengatakan bahwa BI akan mempertahankan suku bunga BI-Rate di level 4,75 persen. Hal ini dilakukan karena adanya tekanan pada nilai tukar rupiah.

"Saya memperkirakan BI akan menahan BI Rate di 4,75 persen, karena tekanan pada rupiah masih kuat dan pasar sedang sensitif terhadap kekhawatiran fiskal," ujar Josua dalam keterangannya.

Josua juga menyatakan, di saat yang sama kondisi permintaan domestik belum menunjukkan kebutuhan mendesak untuk tambahan dorongan lewat pemangkasan bunga. Hal ini tergambar dari keyakinan konsumen Desember 2025 masih berada di zona optimis dengan indeks 123,5, ditopang kondisi ekonomi saat ini 111,4 dan ekspektasi 135,6.

Kemudian, penjualan eceran November tumbuh 6,3 persen secara yoy dan kinerja industri pengolahan berada pada fase ekspansi dengan PMI Bank Indonesia triwulan IV 2025 sebesar 51,86. 

"Dari sisi dunia usaha, kegiatan juga relatif terjaga, tercermin dari SBT 10,61 pada triwulan IV 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi 12,93 pada triwulan I 2026, sehingga BI diperkirakan akan menahan bunga sambil fokus menjaga stabilitas nilai tukar dan ekspektasi inflasi," ucap Josua.

"Kalaupun BI ingin memberi dukungan tambahan ke pertumbuhan dan penyaluran kredit, jalur yang lebih aman saat rupiah rapuh adalah memperlonggar likuiditas dan menurunkan biaya dana jangka pendek tanpa mengubah BI Rate, misalnya lewat pengaturan instrumen operasi pasar terbuka," sambungnya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved