Pusat Data AI 500MW Dibangun di Bekasi, Nilai Investasinya Rp 75 Triliun
Kampus data center ini akan ditopang oleh jaringan fiber dan infrastruktur Indonet, anak perusahaan Digital Edge di Indonesia.
Ringkasan Berita:
- Digital Edge yang berbasis di Singapura berinvestasi sebesar 4,5 miliar dolar AS atau setara Rp 75 triliun untuk membangun CGK Campus di Bekasi.
- Kampus data center ini akan ditopang oleh jaringan fiber dan infrastruktur Indonet, anak perusahaan Digital Edge di Indonesia.
- Dana yang ditanamkan ini menjadi investasi infrastruktur terbesar yang pernah dilakukan Digital Edge.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertumbuhan pesat ekonomi digital nasional terus mendorong kebutuhan infrastruktur data center berkapasitas besar.
Seiring meningkatnya adopsi layanan digital, komputasi awan (cloud) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di berbagai sektor industri, Indonesia menjadi salah satu pasar strategis bagi pengembangan pusat data hyperscale di kawasan Asia Pasifik.
Digital Edge, perusahaan penyedia platform pusat data (data center) yang berkantor pusat di Singapura berinvestasi sebesar 4,5 miliar dolar AS atau setara Rp 75 triliun untuk membangun CGK Campus.
CGK Campus merupakan pusat data hyperscale berbasis AI dengan kapasitas awal 500MW yang berlokasi di GIIC Industrial Estate, Bekasi, Jawa Barat.
Proyek ini menjadi investasi infrastruktur terbesar yang pernah dilakukan Digital Edge. Permintaan kapasitas data center di Indonesia tercatat meningkat signifikan, didorong oleh pertumbuhan layanan digital, cloud, serta pemanfaatan AI yang semakin masif.
Dengan potensi ekspansi hingga 1GW, CGK Campus dirancang untuk menjadi salah satu fasilitas hyperscale terbesar dan paling strategis di Indonesia.
CEO Digital Edge John Freeman mengatakan, CGK Campus adalah tonggak penting dalam strategi perusahaan di Asia Pasifik dan menjadi investasi infrastruktur terbesar yang pernah dilakukan.
"Langkah ini akan memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi lonjakan permintaan layanan digital, cloud dan AI di tahun-tahun mendatang," ucap Freeman dalam keterangan, Sabtu (31/1/2026).
Baca juga: Bisnis HVAC dan Information Display LG Garap Perkantoran Hingga Data Center
Pembangunan CGK Campus dilakukan secara bertahap. Gedung pertama ditargetkan siap beroperasi pada kuartal IV 2026, disusul gedung kedua pada kuartal I 2027 dan gedung ketiga pada kuartal II 2027.
CEO Digital Edge Indonesia Stephanus Oscar menilai, pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital nasional saat ini melampaui ketersediaan yang ada.
"CGK Campus hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan kapasitas 500MW yang berkelanjutan, siap untuk deployment hyperscale dan AI dalam skala besar," ungkap Stephanus.
Baca juga: TelkomGroup Siap Operasikan Hyperscale Data Center NeutraDC Nxera Batam Dukung Ekosistem AI
Lokasinya berada kurang dari 15 kilometer dari klaster data center utama di kawasan tersebut dan sekitar 40 kilometer dari fasilitas EDGE1 dan EDGE2, sehingga menawarkan latensi rendah ke pusat bisnis Jakarta.
Kampus data center ini akan ditopang oleh jaringan fiber dan infrastruktur Indonet, anak perusahaan Digital Edge di Indonesia.
"Infrastruktur kami menjadi fondasi konektivitas CGK Campus. Seluruh rute baru ke GIIC dibangun sepenuhnya di bawah tanah untuk meningkatkan keandalan dan ketahanan jaringan. Didukung perangkat berstandar tinggi dan pemantauan canggih, integrasi ini memastikan solusi carrier-neutral yang siap memenuhi kebutuhan hyperscale dan enterprise," terang CEO Indonet Andy Rigoli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Data-Center-baru-di-Bekasi-OK.jpg)