Banjir Bandang di Sumatera
Ekspor dari Sumbar di November Terpukul Akibat Bencana, tapi Desember Langsung Naik 174 Persen
Ekspor Sumbar turun 52,56 persen pada November 2025 akibat bencana, lalu melonjak 174,15 persen di Desember.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kinerja ekspor Sumatera Barat (Sumbar) sempat terpukul akibat bencana alam yang terjadi pada akhir November 2025.
Namun, aktivitas ekspor tercatat mengalami pemulihan yang cepat pada bulan berikutnya.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkap, dampak bencana banjir bandang di Sumbar terlihat pada kinerja November 2025 yang mengalami penurunan tajam dibandingkan Oktober.
Baca juga: Bapanas Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Kebutuhan Jemaah Haji
“Dibandingkan dengan Oktober, pada bulan November terjadi penurunan ekspor yang cukup tajam, yaitu minus 52,56 persen,” katanya dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).
Namun penurunan tersebut tidak berlangsung lama. Pada Desember 2025, ekspor Sumbar mengalami pemulihan yang cepat, yaitu meningkat menjadi 174,15 persen.
Budi menjelaskan, kontraksi pada November berkaitan langsung dengan bencana alam. Meski begitu, secara keseluruhan kinerja ekspor Sumbar tetap menunjukkan capaian positif.
Secara tahunan, nilai ekspor Sumbar mencatat pertumbuhan cukup kuat sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sumatera Barat mencatatkan pertumbuhan ekspor yang kuat, yaitu nilai ekspor meningkat dari 2,18 miliar dolar AS pada tahun 2024 menjadi 2,78 miliar dolar AS pada tahun 2025 atau tumbuh 27,64 persen,” ujar Budi.
Sementara itu, untuk Sumatera Utara, ekspornya pada November mengalami kontraksi cukup dalam dibandingkan bulan sebelumnya.
Pada November, Sumatra Utara mencatatkan nilai ekspor 0,88 miliar dolar AS, turun 25,98 persen dibandingkan dengan Oktober 2025.
Pada Desember 2025, aktivitas ekspor kembali bergerak naik. Ekspor mengalami pemulihan pertumbuhan sebesar 18,89 persen atau senilai 1,05 miliar dolar AS.
Menurut Budi, secara keseluruhan, kinerja ekspor Sumatera Utara sepanjang 2025 meningkat. Tahun lalu, ekspor provinsi ini meningkat 17,84 persen dibandingkan 2024.
Berikutnya, untuk Aceh, ekspor secara tahunan mengalami penurunan mencapai 697,32 juta dolar AS atau sebesar 6,90 persen dibandingkan 2024.
Namun, jika merujuk pada periode setelah bencana, kinerja ekspor Aceh justru mengalami peningkatan secara bulanan.
Pada November 2025, nilai ekspor meningkat 58,2 juta dolar AS atau tumbuh 20,16 persen dibandingkan Oktober.
Lalu, pada Desember, ekspornya mencapai 59,69 juta dolar AS atau meningkat 2,42 persen dibanding bulan sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Petugas-mengoperasikan-crane-di-pelabuhan-memindahkan-kontainer-impor.jpg)